Kesenian Unik, Bawa Harum Nama Sumsel

Kesenian Unik, Bawa Harum Nama Sumsel
Komunitas Beatbox Palembang.
Posted by:

PALEMBANG – Kesenian satu ini tentunya sangat unik, dikenal dengan Beatbox, kesenian mengeluarkan musik dari bibir ini, nampaknya sudah menjadi hobi tersendiri di kalangan masyarakat, terutama kalangan remaja. Bahkan, tak jarang pencinta beatbox terlihat beraksi di layar kaca.

Salah satunya di Kota Palembang, sejumlah remaja kreatif yang tergabung dalam komunitas Beatbox Family (PBF) ini rutin berlatih guna meningkatkan kemampuannya menyajikan irama ciri khas hip hop.

Seperti namanya, PBF merupakan sekumpulan anak muda yang menggemari beatbox. Dengan demikian, Palembang sudah menjadi salah satu ‘korban’ tertularnya beatbox yang memang tengah ngetrend sekarang.

Dikatakan salah satu founder yang saat ini masih aktif beraktivitas dengan PBF, Fitrah Insyanul Fikrillah, PBF mulanya digawangi oleh sembilan remaja saja. Mereka semua memang menggemari beatbox setelah terinspirasi dari artis di layar kaca.

“Kita yang punya hobi sama ini sepakat membentuk wadah penggemar beatbox hingga akhirnya PBF terbentuk. Sekarang, kita sudah berjumlah 32 orang dan menjadi komunitas beatbox pertama di Palembang,” kata Fitrah, belum lama ini.

Seiring berjalannya waktu, tidak hanya keanggotaan saja yang bertambah, namun mindset terhadap beatbox yang semula hanya hobi kini sudah berkembang luas.

Dikatakan Fitrah, PBF sudah beberapa kali ikut festival beatbox tingkat nasional, bahkan hingga internasional dan mendapatkan tropi juara.

Berkat anak-anak muda yang mayoritas masih sekolah dan kuliah ini, nama Palembang secara tidak langsung terangkat ke permukaan, tentunya kearah yang positif.

Masih dikatakan Fitrah, prestasi yang sudah didapat bisa dikatakan memang berkat ketekunan dan kenekatan anggota PBF sendiri. Mereka berlatih hanya mengandalkan internet, tanpa memakai jasa instruktur khusus. Ketika ikut kejuaraan di luar Sumsel, mereka berangkat dengan memakai dana sendiri.

Sampai sekarang, PBF masih berdiri sendiri tanpa harus menunggu bimbingan dari pemerintah tempat mereka berasal. “Kami ini komunitas mandiri, kalau diperhatikan ya sukur, kalau tidak juga tak apa,” terang Fitrah.

Dilanjutkan Fitrah, cukup sulit untuk menguasai teknik-teknik beatbox. Apalagi, mereka mempelajarinya hanya mengandalkan sumber-sumber dari internet atau yang ditonton dari situs video berbagi. Andai ada instruktur yang sudah paham betul akan beatbox, tentu dirasa akan lebih mudah.(vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses