Keteter 6 Ribu Pelanggan

Keteter 6 Ribu Pelanggan
Posted by:

Tunggakan Pelanggan Rp Miliar

Sejak 2013 lalu, Pemkot Prabumulih mengembangkan pemakaian gas kota (city gas) untuk sektor rumah tangga. Pengembangan dimulai membangun jaringan gas kota sebanyak 4.650 sambungan rumah tangga menggunakan dana APBD 2013.

Keseriusan Pemkot Prabumulih dalam pengembangan gas kota, ternyata mendapat perhatian serius dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan Pertamina Gas (Pertagas) Niaga.

Bahkan Prabumulih dijadikan sebagai percontohan nasional dalam hal pengembangan gas kota. Terhitung sejak 2014, Prabumulih selalu mendapatkan proyek pembangunan Jargas dari Pusat.
Puncaknya tahun ini, pemerintah pusat kembali menggelontorkan dana Rp493.525.000.000 untuk proyek  pemasangan sambungan gas kota sebanyak 32 ribu sambungan.

Dengan proyek strategis bernilai hampir setengah triliun itu, hampir 93 persen warga Prabumulih mulai desa hingga kota, teraliri gas kota.

Hanya tinggal 9 desa dan kelurahan diwilayah Kecamatan Rambang Kapak Tengah dan Kecamatan Prabumulih Barat, belum menikmati gas kota lantaran  jarak antar rumah penduduk yang jauh dan jumlah penduduk yang relatif sedikit.

Walikota (Wako) Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan, hingga saat ini sekitar 93 persen warga Prabumulih dipastikan akan menikmati gas kota.

“Sekitar 6 ribu-an penduduk yang belum terpasang. Itupun sudah kita usulkan kembali kepada Kementerian. Mudah-mudahan akan disetujui untuk pemasangan tahun mendatang. Sehingga 100 persen masyarakat kita bisa menikmati gas kota,” ujar Ridho, belum lama ini.

Dijelaskannya, berbagai keuntungan dapat dirasakan masyarakat menjadi pelanggan gas kota. Diantaranya, dapat menghemat mencapai 50 persen dibandingkan menggunakan gas LPG (liquefied petroleum gas).

Kalau biasanya mengeluarkan uang sekitar Rp50 ribu sampai Rp75 ribu bahkan ratusan ribu jika menggunakan tabung 15 Kg.
Nah dengan gas kota cukup mengeluarkan uang kisaran Rp40 ribu sampai Rp60 ribu perbulan.
‘’Belum lagi masyarakat tak perlu repot-repot menukar tabung,” pungkasnya.
Sementara, Direktur PD Petro Prabu, H Azhari H Harun mengatakan, hingga awal November tunggakan pelanggan mencapai Rp1 miliar.

Dikatakannya, saat pengerjaan proyek 32 ribu sambungan baru. “Faktor cuaca menjadi kendala. Saat ini, belum sepenuhnya bisa terealisasi,” tuturnya. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses