Ketua Panitia Tersangka

Ketua Panitia Tersangka
Posted by:

#Dugaan Korupsi Dana Rehab
Bencana di Kabupaten Lahat

A Rivai, Palembang Pos.-
Usai diperiksa lebih kurang tiga jam, Ketua Panitia Pengadaan Pejabat Pengadaan Program Rehabilitasi Bencana di Dishutbun Kabupaten Lahat, Kristiani (39), warga Jalan Rambutan II, Blok AA, Bandar Jaya, Kabupaten Lahat, ditetapkan penyidik Kejati Sumsel sebagai tersangka, Senin (27/01).
“Hari ini (kemarin,red) mengagendakan pemeriksaan lanjutan terhadap yang bersangkutan (Kristiani,red). Dan dari pemeriksaan tersebut, status yang bersangkutan dinaikkan dari yang awalnya saksi menjadi tersangka,” kata Humas Kejati Sumsel Mulyadi SH, ditemui disela-sela pemeriksaan di ruang Pidana Khusus Kejati Sumsel, Senin (27/1).
Dijelaskan Mulyadi, modus yang dilakukan tersangka, yakni dengan membuat program pengadaan dengan melibatkan enam rekanan. Dimana, dari hasil penyidikan di lapangan, keenam rekanan tadi ternyata rekanan fiktif, termasuk dengan pemenangnya.
“Dari total anggaran untuk program rehabilitasi dan penanggulangan bencana di Kabupaten Lahat sebesar Rp 2,2 miliar tidak sesuai peruntukannya. Bahkan, keenam rekanan merupakan rekanan fiktif. Selain itu program yang dianggarkan tahun 2010 baru dilaksanakan tahun 2011. Sedangkan total kerugian Negara akibat perbuatan tersangka ini, mencapai Rp 2,2 miliar,” bebernya.
Selain itu, untuk memastikan tersangka ini tidak menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan melarikan diri, sejak kemarin (27/1) mengeluarkan perintah untuk melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari terhitung 27 Januari-15 Februari di Rutan Wanita Merdeka.
Sementara itu, sebelum dilakukan penetapan tersangka, pihak Kejati Sumsel juga sudah meminta keterangan lebih dari 10 saksi. Diantaranya keenam perusahaan rekanan dan pegawai di Dishutbun Kabupaten Lahat. “Atas perbuatan tersangka tersebut, dikenakan pasal 2 dan pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” bebernya.
Dilanjutkannya, untuk dugaan tersangka baru, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. “Nanti dari proses pengembangan inilah diketahui akan ada tersangka baru atau tidak. Tapi kemungkinan itu tetap ada,” tegasnya.
Advokat Amrullah SH dan Yudi SH, penasehat hukum tersangka mengungkapkan, pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejati Sumsel masih berkutat hal-hal umum dan belum menyentuh ke pokok pemeriksaan. Namun memang, diakui keduanya, saat ini pemeriksaan terhadap kliennya dilakukan dengan status tersangka. “Hari ini (kemarin,red) pemeriksaan hanya tanya jawab saja, tapi pihak kejaksaan sudah memutuskan untuk meningkatkan status klien kami menjadi tersangka dan ditahan,” ungkapnya.
Namun demikian, dirinya mengakui bahwa pelaksanaan dilakukan pada tahun 2011 dengan anggaran tahun 2010 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat. “Sejauh ini, kami merasa unsur merugikan Negara belum diketemukan. Dan atas penahanan klien kami tersebut, kami akan mengajukan upaya hukum untuk penangguhan tahanan,” tandasnya. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses