Komisi IV Tinjau Robohnya Crane

Komisi IV Tinjau Robohnya Crane

Palembang.-
Peristiwa robohnya dua crane proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang hendak mengangkat girder box di Jalan Gubernur H. Bastari, Senin (1/8) langsung direspon Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, dengan meninjau lokasi, guna mencari penyebab musibah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati ditemui disela-sela tinjauan mengatakan, robohnya crane LRT terjadi akibat adanya human eror, akibat tanah tempat tumpuan dua alat berat tersebut tidak padat untuk menopang beban crane, ditambah lagi beban girder LRT yang cukup berat, sehingga terjadilah kecelakaan tersebut.

“Yang pasti ada human eror ini. Seharusnya sebelum melakukan pengangkatan beban yang begitu berat, petugas harus mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk situasi tanah. Karena titik ini (lokasi) ini beda dengan titik lainnya walaupun yang ini sudah diantisipasi dengan pelat baja,” kata Anita.

Oleh sebab itu, politisi Partai Golkar ini meminta PT Waskita Karya bertangggung jawab atas kerugian yang dialami korban yang tertimpa girder LRT. ”Kami juga minta PT Waskita Karya mengembalikan kepercayaan masyarakat, yang akan mengunakan kereta cepat ini kedepannya. Jangan sampai masyarakat tidak percaya, angkutan massal ini aman saat dioperasikan nanti,” imbuhnya.

Pernyataan yang sama disampaikan Wakil Ketua Komisi IV, Yulius Maulana. Menurutnya sebagai kontraktor dengan nama besar, harusnya Waskita Karya selaku pengembang proyek LRT tidak berasumsi dalam mengerjakan proyek LRT, yang bakal dimanfaatkan sebagai sarana penunjang Asian Games 2018 mendatang. (del)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply