Kontruksi Bangunan, Gabungan 3 Generasi

Kontruksi Bangunan, Gabungan 3 Generasi
Posted by:

Pengembangan Benteng Kuto Besak

DLD, Palembang Pos.-
PT Agro Limo Semarang telah  memaparkan perencanaan Detail  Engenering Design (DED) pengembangan Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi Pusat Kebudayaan Palembang.  Konstruksi bangunannya nanti merupakan gabungan tiga generasi mulai dari Kesultanan Palembang, Kolonial Belanda dan kantor TNI.
Direktur PT Agro Limo Semarang Andi Siswanto mengatakan, Kota Palembang merupakan salah satu peradapan penting sejarah di Indonesia. Namun yang tersisa saat ini adalah Benteng Kuto Besak (BKB).
“BKB ini dulunya  pusat Kesultanan Palembang dan Kolonial. Sehingga ada gagasan  dari Pemda dan budayawan untuk menjadikannya sebagai pusat kebudayaan Palembang,” ujarnya usai rapat bersama Gubernur Sumsel di Griya Agung, kemarin.
Oleh sebab itu, sambung Andi, kedepan bangunan pusat kebudayaan Palembang ini adalah campuran antara bangunan Kesultanan Palembang, Kolonial Belanda dan pemerintahn saat ini yang menjadi kantor TNI. “Bangunannya nanti kita gabungkan ketiganya. Kita tidak meninggalkan sejarah Kesultanan Palembang dan Kolonial Belnda, tapi tetap merawat bangunan yang ada.  Jadi kita hanya menambahkan bangunan Kesultanan dan Kolonial,” terangnya.
Di dalam Pusat Kebudayaan Palembang ini, lanjut dia, nantinya akan ada Musium, diorama, open air musium, pen teater, sekolah dan laboratorium dan workshop seni budaya, studi seni pertunjukan dan teaterial, galery seni rupa, gedung kuliner Palembang, art dan craft shop. Selain itu, dalam kawasan ini nantinya ada bangunan serba guna dan fuction room VVIP yang bisa digunakan untuk pesta adat Palembang dan acara yang digelar Pemda.
“Bangunan tersebut nantinya tidak semuanya dibangun baru. Karena bangunan yang masih bisa dipertahankan akan kita perbaiki saja,” katanya lagi.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, pusat kebudayaan Palembang ini dilakukan untuk membenahi pinggiran sungai Musi. Masalahnya sekarang bagaimana mengimplementasikan, karena di kawasan BKB ini, bangunannya ada yang sudah dijadikan rumah sakit, akper dan kantor TNI AD.
”Langkah pertama harus dilakukan adalah memindahkan rumah sakit, akper dan kantor TNI AD lalu kita bangunkan yang baru, sehingga kita bisa mengembalikann kawasan BKB ke bentuk semula, maka dari pada itu harus dibuat kesepakatan mengembalikan fungsi Benteng Kuto Besak seperti semula,” jelasnya
Hal tersebut, lanjut Alex, merupakan pekerjaan Pemkot Palembangdibantu oleh Pemprov. Karena pekerjaan ini merupakan pembangunan jangka panjang, yang terpenting ada kemauan dan ini harus dikerjakan bersama sama. “Program ini segera akan kita tindaklanjuti walaupun masih banyak program yang belum terselesaikan. Saya minta kepada Walikota untuk memimpin tim ini dan dibantu Pemprov,” pungkasnya. (ati)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses