KPK Tangkap Panitera Pengadilan

KPK Tangkap Panitera Pengadilan
Kantor KPK.
Posted by:

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan tiga orang dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (20/4) di sejumlah tempat di Jakarta. Salah satu yang diamankan ialah Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berinisial EN.
“Yang diamankan ada tiga orang,” ujar seorang sumber di KPK, Rabu (20/4). Ketiga orang itu dikabarkan sudah dibawa ke markas KPK untuk menjalani pemeriksaan. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status orang yang diamankan tersebut.
Hanya saja, belum dipastikan detail kasus yang menjadi ajang suap menyuap ini. Belum ada keterangan resmi dari KPK. Ketua KPK Agus Rahadjo yang membenarkan OTT, juga tak menjelaskan detail. Dia bilang, nanti akan dijelaskan saat konferensi pers di KPK.
Pihak PN Jakpus membenarkan bahwa EN diamankan KPK siang tadi. “Jadi barusan tadi memang dibenarkan ada OTT panitera PN Pusat sekitar jam 12 tadi,” kata Humas PN Jakarta Pusat, Jamaludin Samosir. Hanya saja, dia juga tak mengetahui detail kasusnya.
Sementara itu, penyidik KPK juga menyegel ruangan di gedung pengadilan yang beralamat di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 24, Kemayoran, tersebut. Bagian Humas PN Jakarta Pusat, Jamaludin Samosir membenarkan adanya operasi KPK. Menurut dia, petugas menyegel ruang Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution.
“Jadi barusan memang dibenarkan ada OTT Panitera Sekretaris PN pusat sekitar jam 12.00 tadi,” kata dia saat dihubungi di Jakarta. Meski begitu, ia tidak mengetahui apakah KPK membawa Edy dalam OTT tersebut. Ia juga enggan berspekulasi terkait kasus apa yang mengakibatkan KPK menggelar OTT.
“Kita belum tau juga, berapa orang, dan kasus apa atas pengeledahan tersebut,” imbuh dia. Dia memastikan, penyidik KPK hanya menyambangi dan menyegel ruangan Edy di PN Jakarta Pusat. “Satu orang yang digeledah dia (KPK),” pungkasnya.
Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan ada OTT tersebut. Namun, ia enggan membeber lebih rinci. “Benar, nanti tunggu konferensi pers ya,” kata Agus lewat pesan singkat kepada wartawan, Selasa (20/4).
Informasi yang beredar KPK menangkap seorang oknum panitera sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berinisial EN. Namun, belum ada keterangan resmi terkait identitas pihak yang ditangkap KPK.

#Rusak Citra Peradilan
Di sisi lain, anggota Komisi III DPR Risa Mariska menyesalkan kembali terjadinya operasi tangkap tangan dugaan suap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap oknum panitera PN Jakarta Pusat.
“Ini jadi catatan ke depan. Lembaga peradilan yang anggotanya terjaring OTT harus melakukan evaluasi,” kata Risa di gedung DPR Jakarta, Rabu (20/4), menanggapi OTT KPK terhadap Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat, EN.
Politikus PDI Perjuangan itu mengaku prihatin. Namun, di sisi lain pihaknya bangga dengan kepemimpinan Agus Raharjo dkk di KPK, sehingga membuat kinerja lembaga tersebut semakin bagus.
Namun, Risa meminta ke depan, selain OTT, KPK lebih mengintensifkan upaya pencegahan. Pihaknya juga berharap kejadian ini tidak melunturkan kepercayaan publik pada lembaga peradilan. “Jangan sampai masyarakat tidak percaya kepada lembaga hukum dan peradilan,” pungkasnya. (boy/fat/mg4/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses