KPU Ancam Publikasikan Caleg Nakal



KPU Ancam Publikasikan Caleg Nakal


Posted by:

Baturaja, Palembang Pos.-
KPUD Ogan Komering Ulu (OKU) akan memberikan sanksi sosial dengan cara mengumumkan atau mempublikasikan nama-nama calon legislatif (caleg) di daerah itu yang dinilai nakal, atau suka melanggar aturan dengan memasang atribut kampanye di zona terlarang.
Hal itu diungkapkan Ketua KPUD OKU Naning Wijaya ST, usai menghadiri rapat koordinasi penertiban atribut kampanye di Mapolres OKU, Kamis (13/2). “Ya, kita tetap akan melakukan penertiban atribut kampanye di seluruh kecamatan pada 14 Februari 2014. Jika nanti masih ada caleg atau parpol yang nakal, maka kami akan mengumumkan nama mereka di media massa, baik elektronik maupun cetak,” tegas Naning.
Naning menjelaskan, kebijakan itu diterapkan untuk memberikan efek jera kepada caleg yang suka memasang atribut kampanye di zona terlarang. Sementara Wakapolres OKU, Kompol FX Winardi Prabowo SIk menjelaskan, sesuai hasil rapat diputuskan penertiban atribut kampanye akan dilakukan selama tiga hari, yakni 14-16 Februari 2014. “Kita tidak akan pandang bulu. Siapapun caleg yang melanggar, maka atribut kampanyenya akan ditertibkan,” tegas Wakapolres.
Menurut Wakapolres, pada tahap awal penertiban difokuskan pada pelanggaran zona kampanye. Sedangkan untuk pelanggaran lainnya akan dikoordinasikan lagi dikemudian hari. Dia menegaskan, seandainya pasca penertiban nanti masih yang memasang atribut kampanye di zona terlarang, maka akan diberikan sanksi sosial dengan cara namanya diumumkan di media massa baik cetak maupun elektronik.
Disinggung jumlah personil yang akan dikerahkan saat penertiban nanti, Wakapolres mengatakan ada 76 personil gabungan yang akan diterjunkan terdiri atas 40 orang anggota Satpol PP, 16 polisi dan TNI AD, KPUD 8 orang, serta Panwaslu 12 orang. “Mereka nanti dibagi 4 regu yang akan disebar di seluruh kecamatan di OKU,” pungkas Wakapolres. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses