Krisis Keuangan, Porprov Ditunda

Krisis Keuangan, Porprov Ditunda
Ketua DPRD Muara Enim Aries HB SE, menandatangani pengesahan RAPBD perubahan tahun 2016. foto : lukman/palembang pos
Posted by:

MUARA ENIM – Lengkaplah sudah penderitaan Pemkab Muara Enim, dalam menghadapi guncangan defisit anggaran saat ini. Soalnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menolak permohonan Pemkab Muara Enim, untuk meminta persetujuan peminjaman uang Rp 450 miliar kepada Bank SumselBabel (BSB), untuk menutupi defisit anggaran tersebut.

Dampak defisit anggaran itu juga, membuat Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, telah menerbitkan surat penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-11 yang akan berlangsung di Muara Enim pada tahun 2017 mendatang, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kepastian penolakan pinjaman uang, dan penundaan Porprov itu, disampaikan Wakil Bupati Muara Enim H Nurul Aman SH, pada rapat paripurna DPRD pengesahaan RAPBD Perubahan tahun 2016, Selasa (27/9/2016). Rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Aries HB SE.

“Sesuai surat Gubernur Sumsel tanggal 19 September 2016, yang telah diterima Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, menunda pelaksanaan Porprov ke-11 di Muara Enim, karena kondisi keuangan daerah defisit,” jelas Nurul Aman dalam rapat paripurna itu.

Pelaksanaan Porprov, lanjutnya, akan dibuat jadwal ulang setelah pelaksanaan Asian Games 2018. Atau tambahnya, sampai kondisi keuangan daerah memungkinkan. “Gubernur tetap berharap agar pelaksanaan Porprov ke-11 tersebut tetap dilaksanakan di Muara Enim,” jelasnya.

Wabup juga menjelaskan, selain masalah penundaan Porprov, juga penolakan Kemendagri permohonan Pemkab Muara Enim untuk melakukan peminjaman uang ke Bank sebesar Rp 450 miliar untuk menutupi defisit anggaran. “Dengan adanya penolakan dari Kemendagri ini, maka Pemkab Muara Enim meminta kepada SKPD untuk mengambil langkah-langkah,” jelasnya.

Langkah-langkah yang dilakukan, lanjutnya, diantaranya melakukan efisiensi belanja barang yang belum mendesak. Mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah. Wabup pada rapat paripurna tersebut, juga mengucapkan terima kasih kepada dewan yang telah mencurahkan fikiran dan tenaganya dalam melakukan pembahasan RAPBD Perubahan tersebut. Semua masukan dan saran yang disampaikan akan menjadi perhatian eksekutif.

Sementara itu, juru bicara Komisi III Fiardi, dalam laporan hasil pembahasannya pada rapat paripurna tersebut, meminta eksekutif untuk meninjau kembali penyertaan modal APBD ke Bank SumsekBabel terkait defisit anggaran yang dihadapi saat ini. Komisi ini juga menyarankan kepada eksekutif, untuk menarik kembali semua dana penyertaan modal yang telah diberikan ke Bank SumselBabel, guna menutupi defisit anggaran tersebut. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses