Kurang Lokal, Manfaatkan Gedung Perpustakaan

Kurang Lokal, Manfaatkan Gedung Perpustakaan
Posted by:

Banyuasin – Proses pembelajaran di satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin terpaksa menggunkana ruang guru, laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan ruang perpustakaan.
Itu terjadi karena, sekolah yang berada di Desa Merah Mata tersebut kekurangan lokal dalam melaksanakan proses pembelajaran. Hingga sekarang, sekolah yang dibangun tahun 2016 lalu oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga itu baru memiliki tiga lokal belajar.
Dikonfirmasi Harian Banyuasin (grup Palembang Pos), Kepala SMAN 3 Banyuasin III, Kiagus Muhammad Mukti mengakui, untuk proses pembelajaran pihak sekolah terpaksa harus memanfaatkan berbagai ruang lainnya untuk dijadika lokal belajar mulai tahun ke dua.Sedangkan untuk tahun ketiga penerimaan peserta didik baru terpaksa untuk sementara menggunakan kelas varalel (pagi dan siang), sementara menunggu bangunan tambahan ruang kelas baru dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan. “Lokal belajar kita memang belum cukup, hingga sekarang masih memiliki tiga lokal belajar, karena sekolah kita masih tergolong baru berdiri, sedangkan tahun 2017 lalu, sekolah kita tidak mendapat tambahan ruang kelas, terpaksa menggunakan ruang labor, ruang perpustakaan dan ruang ruang guru,” ucapnya.

Dia berharap tahun 2018 akan mendapat tambahan lokal belajar sebanyak tiga ruang, karena sudah mendapat kabar dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Bila tidak, maka sekolah akan tetap melakukan kelas varalel atau masuk pagi dan siang. “Ruang guru yang ada sekarang memang kondisinya tergolong cukup luas, sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran, sementara menunggu adanya tambahan ruang kelas baru dari Dinas Pendidikan Sumsel,” harap dia.
Walaupun masih kekurangan lokal belajar namun proses belajar mengajar tetap lancar tanpa kendala. Apalagi tahun 2018 SMAN 3 Banyuasin 1 mulai menyelenggarakan implementasi Kurikulum 2013, jadi harus disesuaikan dengan kesiapan satuan pendidikan. Guru yang sudah mengikuti pelatihan K-13 sebanyak 15 orang, pada tahap pertama bulan Juni 2018 sebanyak 7 orang guru, sedangkan untuk Juli 2018 tadi sebanyak 8 orang guru, sehingga semuanya sudah mengikuti K-13 termasuk kepala sekolah.
Tahun 2018/2019 sekolah tersebut menerima tiga rombongan belajar atau tiga kelas dengan jumlah siswa baru sebanyak 130 orang bedasarkan calon siswa yang sudah mendaftar melalui F 1 di sekolah. Diharapkan nantinya semuanya mendaftar ulang.

Proses PPDB sesuai dengan zonasi, karena ada beberapa SMP baik negeri maupun swasta, namun pihak sekolah menerima pemndaftaran sesuai dengan jumlah kuota sebanyak 32 hingga 36 siswa dalam satu kelas. “Kita tetap melakukan seleksi untuk penerimaan siswa baru,” ujar dia.(muk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses