Kurir Sabu Dituntut 16 Tahun Bui

Kurir Sabu Dituntut 16 Tahun Bui
Djo Jon Hon saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang, Selasa (12/4).
Posted by:

RIVAI – Belum sempat menerima upah sebesar 1 juta usai mengirimkan narkoba (kurir) sebanyak satu paket besar dengan berat seberat 79,21 gram kepada pembeli, terdakwa Djo Jon Hon alias Su Kung (52) malah sudah duduk di kursi pesakitan.
Terdakwa Djo Jon Hon bahkan dituntut jaksa selama 16 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar pada sidang lanjutan yang digelar di ruang sidang Pengadilan Negeri klas 1A Khusus Palembang, Selasa (12/4).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Neny Karmila SH, mengatakan, terdakwa Djo Jon Hon alias Su Kung selaku perantara jual beli narkotika golongan 1 jenis sabu, sehingga terdakwa dijerat dalam pasal pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dituntut dengan pidana penjara selama 16 tahun dan pidana denda sebesar Rp 2 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.
”Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi, menyatakan terdakwa Djo Jon Hon alias Su Kung secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotik, yakni tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima) gram,” jelas JPU, Nenny.
Atas tuntutan ini, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Wisnu Wicaksono SH, memberikaan kesempatan kepada terdakwa melalui penasehat hukumnya untuk melakukan pembelaan (pledoi).
“Silakan untuk mengajukan pembelaan, pada persidangan dengan tertulis pada pekan depan,” katanya. Terungkap dipersidangan, terdakwa beserta dua teman lainnya (Puji Astuti dan Zainal) ditangkap oleh pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, pada hari Sabtu 12 Desember 2015.
Karena menjadi perantara jual beli narkotika jenis sabu seberat 79,21 gram. Setelah aparat kepolisian datang dengan menyamar sebagai pembeli mencoba menghubungi Puji Astuti (berkas terpisah) untuk memesan satu paket besar narkotika jenis sabu.
Kemudian disanggupi Puji Astuti, lalu menyuruh anggota polisi tersebut untuk menunggu di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kemas II Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.
Setelah lama menunggu, Puji Astutipun datang dan masuk ke mobil, kemudian datanglah Zainal Abidin (berkas terpisah) yang juga masuk kedalam mobil hanya untuk melihat kemudian langsung pergi lagi.
Kemudian terdakwapun datang untuk memastikan uang serta calon pembeli. Selanjutnya sekitar pukul 13.00 WIB, Zainalpun datang lagi dan langsung masuk kembali ke dalam mobil lalu mengeluarkan I kantong plastik warna hitam dan diletakan didashbord tengah dekat perseneling,
kemudian anggota yang menyamar untuk melakukan pemeriksaan bersama dengan Puji Astuti untuk membuka kantong plstik hitam yang berisikan satu paket sabu besar narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip transparan dengan berat 79,21 gram, anggota polisi memberikan kode dengan cara menghubungi melalui handphone kepada anggota lainnya yang sedang menunggu di luar.
Kemudian polisi langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa, Zainal, Puji Astuti. Dalam pemeriksaan terdakwa mengakui sabu tersebut adalah milik Wan (DPO), rencananya akan menerima upah 1 juta bila berhasil mengantarkan narkotika tersebut ke pembeli.(vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses