Lahan PT BSP Urung Diukur

Lahan PT BSP Urung Diukur
Posted by:

Muara Enim, Palembang Pos,-
Lahan perkebunan kelapa sawit PT Bumi Sawindo Permai (PT BSP) di Desa Tanjung Agung, diklaim warga merupakan tanah ulayat adat seluas 600 hektare, urung diukur ulang.
Pemerintah Desa Tanjug Agung bersama perwakilan warga dan PT BSP sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai dan asas kekeluargaan.
PT BSP bersedia memberikan kompensasi difasilitasi Camat. Kesepakatan terungkap, saat rapat dipimpin Asisten I Pemkab Muara Enim, Drs H Bulgani Hasan, kemarin.
Asisten I Pemkab Muara Enim, Drs H Bulgani Hasan mengatakan, rapat yang digelar merupakan lanjutan tahap tahap  sebelumnya.
“Ini prosedur menyikapi permasalahan tuntutan yang diajukan warga. Jika permasalahan tersebut tak bisa difasilitasi Pemkab, maka diselesaikan lewat pengadilan,’’ujarnya.
Sementara, perwakilan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Muara Enim, untuk pengukuran luasan dikenakan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sedangkan untuk menentukan titik kordinat , bukan merupakan keputusan BPN, melainkan keputusan tim Pemkab Muara Enim.
Sementara, Didi perwakilan PT BSP mengatakan, dari awal  PT BSP tidak pernah menghindar.  “Masalah CSR sudah menjadi kewajiban PT BSP. Silakan usulkan ke perusahaan,’ jelasnya. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses