Langgar Peraturan Daerah

Langgar Peraturan Daerah
Posted by:

*Permainan Petasan Makin Marak
PALEMBANG – Maraknya sejumlah warga yang memainkan petasan saat menjelang dan memasuki Ramadan, tak lepas dari keberadaan pedagang yang menjual barang-barang yang bisa menimbulkan suara ledakan.
Walaupun para pelaku maupun pedagang petasan sering tertangkap dan kena hukuman maupun pembinaan namun aksi memainkan petasan di bulan Ramadan tetap saja terjadi. Seolah-olah razia yang tindakan kepolisian tidak membuat jera para penjual petasan tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dalam hal ini benar-benar berupaya menciptakan ketenangan kepada kaum muslimin yang akan menunaikan ibadah Ramadan tahun ini. Yakni dengan melarang penjualan, pembelian dan penggunaan petasan, mercon, meriam bambu dan kembang api.
Ini berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 44 Tahun 2002 Jo No 13 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban, serta surat keputusan Wali Kota Palembang tentang pelarangan penjualan barang-barang tersebut.
“Umat Islam butuh ketenangan untuk fokus beribadah di bulan puasa. Karena itu Pemkot melarang penjualan barang-barang yang bisa mengganggu kekhusyukan ibadah,” Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Alex Ferdinandus.
Selain pelarangan itu, Sat Pol PP juga akan melakukan razia ke sejumlah titik. Penjual yang tertangkap tangan akan ditindak tegas. Barangnya disita.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang juga memberikan tindakan tegas terhadap tempat hiburan malam, panti pijat/spa yang masih beroperasional selama bulan Ramadhan.
“Satpol PP akan melakukan patroli untuk mengawasi tempat hiburan malam termasuk karaoke keluarga, yang masih membandel beroperasional,” bebernya.
Sementara Kepala Bidang Penegakkan Undang-undang (UU) Satpol PP Kota Palembang, Dedi Harapan menyampaikan, sejak awal Ramadhan pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap tempat hiburan malam, panti pijat dan karaoke keluarga.
Melalui patroli, Pol PP Kota Palenbang akan memberikan teguran keras terhadap praktik hiburan malam yang masih beroperasi selama Ramadhan.
“Sesuai dengan Perwali nomor 27 tahun 2018, tempat hiburan malam, karaoke keluarga termasuk panti pijat dilarang beroperasi. Jadi jika ada yang masih membandel akan kita tindak tegas,” jelasnya.
Dedi berharap semua tempat hiburan malam dapat mematuhi surat edaran yang disampaikan. Karena sudah sangat jelas dalam edaran yang disampaikan, mengatur operasional tempat hiburan, kafe, bar, klub malam dan panti pijat.
“Semua tempat hiburan malam termasuk karaoke keluarga tidak boleh buka selama Ramadan. Kecuali hiburan malam yang menempel di hotel dan itupun hanya bolej beroperasional dari pukul 21.00 WIB sampai 24.00 WIB,” tegas dia.
Sedangkan Pjs Wako Palembang, Ahmad Najib mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah dengan mengeluarkan surat edaran untuk tidak memainkan dan menjual petasan karena kegiatan itu bisa menganggu kehusyuan bulan suci Ramadan.
“Selain itu, memainkan petasan juga dapat menimbulkan bahaya bagi pemain dan warga sekitarnya karena sudah banyak contoh terjadinya kebakaran bahkan sampai ada yang luka bakar lantaran memainkan petasan,” ujar Najib.
Sedangkan Agung, salah seorang pedagang petasan di kota Palembang mengatakan, dirinya menjual petasan saat momen tertentu saja. “Saya sendiri menjual petasan saat jelang lebaran, akhir tahun baru dan saat tertentu saja,” katanya.
Saat ditanya kalau dagangan petasan sering dirazia polisi, dikatakan Agung, dirinya mensiasati waktu berjualan. “Ya karena inilah jalan untuk mencari nafkah ya kita terpaksa berjulan dan syukurnya, sampai sekarang belum pernah kena razia,” ujarnya.
Sedangkan anggota DPRD Palembang fraksi NasDem, Drs Syarifuddin mengatakan, permainan kembang api atau petasan sebenarnya memang berbahaya tak hanya bagi pemainnya namun juga warga sekitar. “Inilah tugas kita warga masyarakat dan orang tua untuk bisa melarang permainan petasan karena bisa menimbulkan kebakaran dan pihak terkait seperti polisi dan Pemkot dalam hal ini Pol PP harus gencar melakukan razia dan menyita petasan yang dijual karena ini sebagai bentuk pencegahan,” ucapnya. (roi/ika/rob)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses