Lantaran Sering Cekcok, Siska Bunuh Anak

Lantaran Sering Cekcok, Siska Bunuh Anak
Salbani membawa jenazah anaknya, Bryan Aditya Fadhillah ke tempat peristirahatan terakhir tak jauh dari kediaman rumahnya di Jalan Lubuk Bakung, RT 06/09 Kecamatan IB 1, Selasa (22/11) / Foto: Agus Palembang Pos
Posted by:

** Sempat Usapkan Air Asem

PALEMBANG – Pasca kejadian tewasnya Bryan Aditya Fadhillah (4), ditangan ibu kandungnya sendiri, Siska Nopriana (23), Senin (21/11). Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap Siska Nopriana.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, Siska mengaku aksi ini sudah dilakukan olehnya. Hal ini lantaran dirinya sering ribut dengan suaminya, Salbani (30). Puncaknya, Senin (21/11) sekitar pukul 11.00 WIB, Siska menendang perut Bryan sebanyak dua kali di kediamannya.

Sontak, tendangan tersebut membuat Bryan menangis kesakitan. Lantaran panik, Siska berinisiatif membuat air asem dan mengusapkan air asem tersebut ke perut Bryan. “Dia (Bryan, red) kesakitan pak. Lalu saya buatkan air asem dan saya usapkan ke perutnya,” ungkap Siska kepada petugas.

Tak lama berselang, Bryan meminta tidur kepada Siska. “Ibu aku capek, aku mau tidur. Terus dia tidur, tapi pas mau saya bangunkan, Bryan tak kunjung bangun lagi. Lalu saya melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang. Tapi di rumah saya sudah ramai dan anak saya sudah meninggal,” ujar dia menangis terseduh-seduh.

Dikatakan Siska, dirinya sangat menyesal telah melakukan perbuatan ini. “Saya menyesal pak. Tidak ada niat saya untuk membunuh anak saya. Tetapi kelakukan suami yang bikin saya begini. Saya juga meminta maaf kepada keluarga besar saya. Ini bukan sengaja saya lakukan. Sekali lagi saya minta maaf,” tutupnya.

Sementara itu, setelah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, jenazah bocah 4 tahun ini, dimakamkan tak jauh dari kediamannya di Jalan Lubuk Bakung, RT 06/09 Kecamatan IB 1, Selasa (22/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Jenazah Brayan dibawa ke pemakaman dengan cara dibopong oleh Salbani (30).

Raut muka kesedihan, Salbani nampak terlihat. Dia pun begitu tegas mengantarkan putra kesayangannya itu ke tempat peristirahatan terakhir. Pihak dari jajaran Polresta Palembang, juga terlihat melakukan pengamanan di rumah duka.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede didampingi Kanit PPA, Ipda Heni Kristyaningsih menuturkan, dari hasil pemeriksaan dilakukan, pelaku mengaku tindak kekerasan terhadap Bryan telah berlangsung sejak tiga bulan terakhir.

Hal ini terjadi, dikatakan Maruly, lantaran Siska dan Salbani sering ribut. Dan jika Siska dimarahi sang suami, Siska pun melampiskannya kepada anaknya. Sebelumnya sempat pisah ranjang pada 2014 lalu. Namun, pada bulan Februari keduanya memutuskan untuk kembali rujuk. Sejak rujuk, keduanya malah sering terlibat cek-cok mulut.

“Setiap bertengkar, pengakuan tersangka, korban selalu jadi sasaran ibunya. Anaknya juga sering digigit oleh pelaku,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan dari dokter, masih dikatakan Maruly, juga menguatkan jika tindakan kejam Siska telah berlangsung sejak lama. “Korban dianiaya sejak tiga bulan terakhir. Karena ada banyak luka lebam lama ditubuhnya,” tukasnya. (cw02)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses