Lapas Dibakar, Pemerintah Rugi Rp 6 M

Lapas Dibakar, Pemerintah Rugi Rp 6 M
MenkumHAM Yasonna Hamonangan Laoly, meninjau kondisi kebakaran di Lapas Klas IIA Banceuy, Bandung, Jabar, Sabtu (23/04). Kebakaran tersebut dipicu aksi kerusuhan warga binaan di dalam lapas.
Posted by:

JAKARTA – Kematian narapidana Undang Kosim di LP Banceuy, Bandung tidak hanya berujung rusuh yang membuat sipir lapas diperiksa Polresta Bandung, Jawa Barat. Kerusuhan itu juga mengakibatkan kerugian material mencapai Rpi 6 miliar.
“Perkiraan sekitar Rp 6 miliar akibat kerusuhan kemarin,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna A Laoly dalam keterangan pers di kantor Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM Jakarta, Minggu (24/4).
Yasonna menuturkan, kerusuhan terjadi lantaran aksi solidaritas para napi yang tak percaya begitu saja dengan informasi tentang kematian Undang akibat bunuh diri. Menurutnya, Undang diketahui menggantungkan diri di sel isolasi setelah diinterogasi sipir karena kedapatan membawa bingkisan berisi narkoba ke dalam lapas.
Setelah diinterogasi, Undang tidak mau mengaku. Akhirnya, petugas meminta penghuni lapas untuk melakukan tes urine dan hasilnya satu orang positif. Meski demikian, satu napi itu tidak mengaku sama seperti Undang. Karena itu, keduanya ditempatkan di sel khusus. “Ada indikasi pemeriksaan mereka dengan paksaan supaya mengaku. Kemudian ditemukan meninggal dunia, yang satu dipindahkan ke tempat lain,” ujar Yasonna.
Yasonna menambahkan, Undang merupakan narapidana narkoba yang dua bulan lagi bakal bebas. Dia diduga bunuh diri karena depresi setelahdiinterogasi petugas lapas yang memaksanya untuk mengaku. “Bisa saja stres. Kalau ketahuan (memasukkan narkoba, red), PB-nya (pembebasan bersyarat) akan dicabut dan ada proses hukum baru,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Sabtu (23/4) kemarin, lapas khusus narkoba Banceuy Bandung Jawa Barat dibakar oleh para napi. Sempat terjadi pelemparan batu oleh napi kepada petugas huru-hara. Pasca-insiden itu, para napi kini dipindah ke gedung baru lapas Banceuy yang lokasinya berada di sampingnya. Lapas itu berkapasitas 420 orang.
Sedangkan Kebakaran di Lapas Klas IIA Banceuy, Bandung, berawal dari munculnya informasi bahwa seorang napi tewas di tangan petugas. Mendengar kabar tersebut, warga binaan lainnya mengamuk dan melakukan perusakan di dalam lapas yang berujung pada kebakaran hebat pagi tadi.
Kepala Lapas Klas IIA Banceuy Agus Irianto, membenarkan informasi bahwa seorang napi tewas di sel isolasi. Namun menurutnya, kabar kematian napi bernama Undang Kosim (54) itu menjadi liar ke telinga ratusan napi. “Mereka mengira napi yang meninggal itu disiksa. Padahal meninggalnya karena gantung diri,” ujar Agus di Lapas Banceuy, Sabtu (23/4).
Dugaan penyiksaan itu yang memicu kemarahan para napi hingga akhirnya terjadi kerusuhan pagi tadi. Agus mensinyalir, ada napi yang melakukan provokasi soal penyebab kematian Undang. “Sepertinya ada yang melakukan provokasi berkaitan meninggal salah satu napi,” kata Agus.
Undang merupakan tahanan kasus narkoba. Dia dihukum sekitar empat tahun dan sudah menjalani masa tahanan tiga tahun lamanya. Karena berbuat kesalahan, kemarin dia dipindahkan ke ruang isolasi kemudian dini harinya ditemukan tewas. Sementara itu, kerusuhan di Lapas Banceuy menyebabkan sejumlah ruangan di lapas rusak parah akibat terbakar. Dua unit ambulans yang berada di lapas juga bernasib serupa.

#MenkumHAM Tidak Akan
Melindungi yang Salah
Di sisi lain, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Yasonna H. Laoly meninjau lokasi Lapas Banceuy, Bandung yang terbakar kemarin. Ia menyatakan bakal melakukan pembersihan total di lapas tersebut.
“Kami serahkan penyelidikan semuanya ke kepolisian untuk mengungkap penyebab terjadinya huru-hara ini dan lakukan pembersihan total. Bangunan yang mengalami kerusakan akan langsung diperbaiki,” ujar Yasonna, Sabtu.
Disinggung soal tudingan penyiksaan oleh sipir, Yasonna menyerahkan seluruh proses kasus itu kepada polisi. “Kalau ada anggota kami yang melakukan pelanggaran dengan melakukan penyiksaan, ya silakan tindak. Dalam penyelidikan, kami enggak akan tutup-tutupin,” imbuhnya.
Yasonna berharap, selain menyelidiki oknum sipir yang diduga melakukan penyiksaan, pihak kepolisian memeriksa provokator yang memicu kerusuhan. “Kami akan terbuka dan tidak akan melindungi atau menutup-nutupi siapa yang salah,” tegas dia.
Terkait dengan Peraturan Pemerintah No 99 Tahun 2012 tentang Pembatasan Remisi, politikus PDI Perjuangan itu menuturkan, banyak narapidana yang mengeluhkan hal tersebut. Pembatasan remisi itu dinilai tidak adil karena ada yang dapat dan ada yang tidak. Itu membuat narapidana frustrasi. “Apalagi, tahanan kami untuk narkoba hampir 60 ribu, pendekatan harus berbeda,” tandasnya.

#Berawal Kantong
Plastik Hitam
Terpisah, Lapas Banceuy, Bandung, membara. Kerusuhan dipicu tewasnya Undang Kosim, 54, narapidana yang dicurigai membawa bingkisan berupa narkoba, yang menurut petugas, mati gantung diri di ruang isolasi. Para napi pun mengamuk. Rusuh. Sekitar pukul 07.30 kemarin (23/4), Lapas Banceuy terbakar.
Seribu personel pasukan huru-hara Satuan Sabhara dan Brigade Mobil Polda Jabar diturunkan ke lapas khusus narkotika tersebut. Sejumlah napi melempari pasukan huru-hara yang merangsek ke dalam. Batu-batu pun melayang ke luar lapas. Sempat terdengar dentuman yang mirip dengan suara petasan. Api berkobar di kantor bagian depan lapas tersebut. Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Jodie Rooseto mengatakan, kericuhan di dalam lapas itu dipicu aksi solidaritas. (put/jpg/ara/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses