Larang Gelar Perpisahan di Hotel Mewah

Larang Gelar Perpisahan di Hotel Mewah
Pembukaan dance perayaan perpisahan SMAN 3 Palembang oleh adik-adik kelas 11 di halaman sekolah, Sabtu (16/04). foto rangga. Palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) kota Palembang melarang keras kepada Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kota Palembang yang menggelar perpisahan sekolah di Hotel Mewah. Soalnya perayaan perpisahan tidak harus di hotel mewah karena akan membuat biaya besar dan menambah beban orang tua murid.
Saat ditemui usai menggelar acara perpisahaan di halaman SMAN 3 Palembang, Kepala Disdikpora Ahmad Zulinto melalui Kabid SMP/SMA/SMK Disdikpora Palembang Lukman Haris mengatakan pihaknya sudah meminta kepada UPTD masing-masing. Intinya menghimbau kepada seluruh kepala SMA/SMK baik Negeri maupun Swasta perpisahan sekolah cukup di halaman sekolah masing-masing atau bisa menyewa aula gedung. “Mengingat biaya menyewa tempat di hotel itu terlalu mewah dan besar, nanti kasihan kepada siswa yang tidak mampu diminta sumbangan dengan jumlah besar buat perayaan perpisahaan saja,” katanya.
Ditambah lagi perpisahaan hotel tidak bisa lebih lama dan tidak bisa leluasa dalam perayaan kegiatan, tapi kalau di halaman atau gedung para siswa bisa lebih bisa leluasa menggelar pertunjukan, mennyanyi dan kegiatan lainnya. Seperti di SMAN 3 Palembang ini, pihak sekolah sudah menggelar perpisahaan di halaman. “Walaupun butuh waktu lama dalam persiapan, akan tetapi kegiatan mereka ini bisa lebih meriah dibandingkan di hotel mewah,” jelasnya.
Pihaknya tidak melarang sekolah menggelar perpisahan, akan tetapi tempat acaranya yang harus diperhatikan, apakah perayaan perpisahan tersebut merugikan siswa atau menguntungkan siswa. “Sesuai instruksi dari Kadisdikpora pihak sekolah yang melakukan itu, akan dipangil lalu diberikan sanksi tegas,” bebernya.
Lanjutnya, Disdikpora melarang keras kepada sekolah yang menggelar perpisahan di hotel mewah, soalnya banyak kalangan pelajar di SMA dan SMK sebagian besar rata-rata keluarga tidak mampu dan tidak terlalu efektif, jangan sampai nanti ada tindakan pemaksaan buat acara pelepasan sekolah. “Soalnya perjalanan mereka ini masih sangat panjang, ada yang bekerja ada yang ke Perguruan Tingi,” tandasnya.
Sementara itu usai ditemuai saat perpisahaan siswanya, Kepala SMAN 3 Palembang Rusdiana mengatakan saat ini seluruh siswa sudah menggelar UNBK. Sebelum pergi meninggalkan lingkungan di SMAN 3 Palembang, pihaknya menggelar perpisahaan dengan diikuti 300 siswa, tidak ketinggalan para siswa wajib memakai pakaian jas kemeja dan baju kebaya. “Sesuai instruksi Disdikpora kota Palembang, berhubung halaman sekolah cukup luas dan sejuk, makanya kami berinisiatif menggelar perpisahaan di halaman sekolah saja,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses