Lemah IT, Guru Gagal UKG

Lemah IT, Guru Gagal UKG
para guru dari tingkat seluruh SMP kota Palembang mengikuti pelatihan guru pembelajaran di aula komputer SMKN 5 Palembang. Foto Rangga/Palembang Po
Posted by:

##32 Guru SMP Remedial di SMKN 5 Palembang

PALEMBANG –32 Guru SMP mengikuti remedial (perbaikan) di SMKN 5 Palembang untuk Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dibawah rata-rata nilai 5,6 yang diadakan beberapa bulan lalu. Banyak asalan yang bermunculan atas kegagalan sejumlah guru itu, salah satunya faktornya adalah lemah Ilmu Teknologi (UT).

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) yang berada dinaungan koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menggelar sebuah ujian pelatihan guru pembelajaran, dimana mereka harus menjawab soal-soal untuk diperbaiki nilai UKG yang kurang dari rata-rata. Sebagai pengawas Tempat Uji Kompetensi (TUK) Reni mengatakan untuk yang ini ikut ini adalah para guru yang nilai UKG nya dibawah 5,6. “Jadi guru yang tidak mencapai target mereka diberikan arahan mengenai pelatihan guru pembelajaran dengan konsep sebuah tes soal pedagogik dan profesional,” katanya.

Pelaksanaan ujian guru pembelajaran dimulai dari 2 sampai 15 Desember mendatang. “Untuk jadwal sendiri, peserta mengikuti berbagai tahapan mata pelajaran, soal sendiri ada 60 yang dibagi 2 modul. Mereka cukup menjawab soal dengan memilih dan mengklik, sebab soal ini dilakukan secara online,” jelasnya.

Diakuinya, ada beberapa peserta dari guru SMP ini usianya yang sudah cukup tua, jadi selaku pengawas pihaknya memberikan arahan dalam menjawab soal tersebut. “Kepada guru yang sudah memasuki faktor usia, kita harus lebih pintar membimbing. Alhamdulillah jawaban mereka ini sudah di atas standar rata-rata, meski pun ada beberapa guru yang tidak mencapai target,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pengembangan Tenaga Pendidik SMP Disdikpora kota Palembang Hamsir mengatakan banyaknya yang gagal dalam UKG beberapa bulan lalu. “Dikarenakan faktor usia dan pengusaan Ilmu Teknologi (IT)nya lemah. Untuk pelatihan guru pembelajaran saat ini, Disdikpora hanya menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan P4TK, soalnya ini kegiatan dari pusat. Kita berharap UKG kedepan harus di koordinasikan lebih mudah dicerna oleh para guru, sehingga penilaian UKG sendiri bisa lebih baik lagi,” katanya.

Ada sisi positif dan negatif, dilihat dari sisi positifnya bisa meningkatkan kemampuan dari guru tersebut, dari sisi negatif banyak guru yang harus meninggalkan aktivitas kegiatan belajar siswa, sehingga kegiatan mereka terganggu. “Alternatifnya bisa saja mereka ini dibuatkan sebuah modul pembelajaran mengenai UKG. Yang penting kita ingin pacu mereka agar meningkatkan dengan pembelajaran, soalnya masih banyak cara dalam meningkatkan kualitas guru,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses