Lestarikan Habitat Burung Kicau

Lestarikan Habitat Burung Kicau
Kopdar K2S-P yang berlangsung setiap sebulan sekali.
Posted by:

INDAHNYA kicauan burung membuat K2S-P atau singkatan Komunitas Kicau Sumatera Palembang lahir sebagai komunitas pecinta burung kicau. Sejak berdiri 2 Juni 2013 silam, K2S-P bertekad bukan hanya sebagai komunitas untuk perkumpulan pencinta burung biasa, tapi juga untuk membantu pelestarian habitat burung kicau.

Digagas perdana oleh Eko dibarengi bersama Mintaria, Qie Joul, Eren Kuang, Heri Pecinta Alam, Dody, I-one RB, Dodi Merah, Hendra Mang In, dan Perdianto Arista, komunitas ini memiliki etos kerja tinggi, solidaritas, serta komunikasi dan sosialisasi yang baik dalam kegemaran burung berkicau, merupakan visi dari komunitas ini.

“Awalnya karena kawan-kawan yang hobi sama sering ikut lomba dan pak Eko yang pertama kali berinisiatif mendirikan K2S-P. Akhirnya kami mengajak membentuk komunitas ini lalu disepakati dan dirapatkan di kediaman pak Zulkarnain di Komplek Lanud Talang Betutu,” ujar pria yang akrab disapa Domer (Dodi Merah), satu diantara pendiri K2S-P.

Selain visi, lanjut Domer, komunitas yang rutin kumpul setiap bulan bergantian di kediaman masing-masing anggota sekaligus bersilaturahmi ini pun memiliki misi besar.

“Selain mempererat hubungan kekeluargaan, komunikasi dan sosial antar anggota, kami juga ingin membangun, mendukung, dan mengembangkan potensi yang ada dalam hal kegemaran burung berkicau secara internal maupun eksternal,” beber dia.

Tak hanya itu, komunitas ini pun berkeinginan untuk meningkatkan peran serta dalam hal kegemaran burung berkicau, menjalin hubungan sosial masyarakat, dan hal-hal lain yang dapat memberikan manfaat bagi kemajuan perkembangan komunitas. Serta, mendukung para kicaumania untuk ikut serta dalam melestarikan burung kicau dihabitatnya dengan cara menjalani breeding/penangkaran.

“Kegiatan komunitas kita, selain pertemuan rutin untuk sharing mengenai kicau burung dan mempertunjukkan aksi-aksi burung, kita juga mengadakan lomba seperti lomba kicau yang pertama diadakan di lapangan Candika Punti Kayu tahun 2012. Dan ini merupakan lomba kicau pertama kali di Palembang dengan doorprize motor,” terang pria yang gemar burung berkicau sejak 2005 lalu lantaran hobi keturunan dari sang ayah yang memiliki kegemaran sama.

Pria 37 tahun dan memiliki 16 jenis burung kicau ini menambahkan, komunitas yang beranggotakan aktif sekitar 300 orang khusus di Palembang saja, belum termasuk di luar daerah lain seperti di Sumatera Selatan dan Sumbagsel ini, terdiri dari semua kalangan.
Biasanya komunitas ini melestarikan seluruh jenis burung kicau termasuk yang ada di Palembang, seperti burung Murai Batu, Kacer, Love Bird, Cucak Hijau, Kapas Tembak, Ciblek, dan jenis yang lainnya.

“Sesuai dengan namanya, ada embel-embel Sumatera, kita berharap agar komunitas ini bisa berkembang dan menjangkau semua komunitas pecinta burung kicau di selurh wilayah Sumatera. Meskipun saat ini masih mencakup wilayah Sumbagsel dan belum merambah hingga ke luar provinsi,” jelasnya.

“Dan harapan kita juga agar kicau mania khususnya di Palembang bisa lebih maju, serta lahir generasi-generasi baru, tidak hanya dari pemain (anggota K2S-P) lama,” tutup Dodi. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses