Lippo Plaza Linggau Kembali Didemo

Lippo Plaza Linggau Kembali Didemo
Karyawan CV Citra Karya Makmur berunjuk rasa di depan gedung Lippo Plaza Lubuk Linggau, Selasa (19/12)
Posted by:

PEMBANGUNAN gedung Lippo Plaza Lubuklinggau ternyata masih menyisakan persoalan. Kali ini, manajemen Lippo Plaza justru diminta menyelesaikan persoalan utang pembangunan gedung yang telah beroperasi sekitar satu tahun terakhir.

Tuntutan itu disampaikan massa pengunjuk rasa yang mengaku sebagai karyawan dari CV Citra Karya Makmur dan CV Belalau Makmur (sub kontraktor pembangunan gedung Lippo), dalam aksinya di depan gedung Lippo Plaza Lubuklinggau, Selasa (19/12).

Dalam orasinya, massa meminta pertanggungjawaban managemen Lippo Group yang telah menunjuk PT Cahaya Abadi Lestrari sebagai kontraktor pembangunan gedung Lippo Plaza.

Pasalnya, kontraktor yang dipilih dinilai tidak profesional dan tidak memiliki kredibilitas. Akibatnya, PT Cahaya Abadi Lestari, tidak membayarkan kewajiban kepada dua sub kontraktor.

Hingga kini kontraktor dari Lippo Plaza tersebut masih berhutang senilai Rp 4,2 miliar.
Ironisnya, tunggakan pembayaran kepada sub kontraktor tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun.
Kondisi tersebut berdampak pada pembayaran gaji pada karyawan dua sub kontraktor tersebut.

“Kami minta manajemen Lippo mengklarifikasi tentang pembayaran tunggakan, menghentikan pembayaran kepada PT Cahaya Abadi Lestari atas pembangunan Lippo,” ungkap seorang pengunjuk melalui orasinya.

Dalam orasi tersebut, massa juga menuntut agar manajemen Lippo Plaza segera menyelesaikan utang piutang secara tertulis.
Selain itu, Manajemen Lippo Plaza juga dituntut pertangungjawabannya karena telah memilih rekanan yang kredibilitas dan integritasnya dipertanyakan.

Sementara, Niko Armanto, Sub kontraktor PT Cahaya Abadi mengatakan, meski Lippo sudah menyelesaikan pembayarannya melalui kontraktor PT Cahaya Abadi Lestari. Namun tak bisa begitu saja melepaskan tanggung jawabnya. Karena PT Cahaya Abadi Lestari, merupakan rekanan yang ditunjuk oleh Lippo.

“Kalau Lippo memilih perusahaan yang memiliki kredibilitas dan intergritas, persoalan ini tidak akan terjadi,” tegas Niko.
Ditambahkan Niko, akibat PT Cahaya Abadi Lestari, tidak memiliki kredibiltas dan integritas perusahaan, pembayaran kepada perusahaan sub kontraktor tidak selesai dilakukan.

“Jadi PT Cahaya Abadi, masih memiliki kewajiban kepada CV Citra Karya Mamkur sebesar Rp 2,25 miliar, sedangkan CV Belalau Makmur Rp 1.950 miliar dengan total Rp 4,2 miliar,” jelas Niko.

Karena itu, lanjut Niko, Managemen Lippo, harus ikut bertanggun jawab untuk menyelesaikan pembayaran kepada pihak sub kontraktor.

“Jadi kita meminta agar pembayaran diselesaikan secepatnya, karena nasib karyawan sub kontraktor tergantung pada pembayaran pembangunan gedung Lippo Plaza,” tegasnya.

Manager Lippo Mall, Richard Chandra, menepis bertanggung jawab atas utang/tunggakan pembayaran pengerjaan bangunan gedung Lippo Plaza Lubuklinggau. Pasalnya, pembayaran kepada pihak kontrak dalam hal ini PT Cahaya Abadi Lesari telah selesai dilakukan oleh pihak Lippo.

“Jadi yang mereka kejar ini sebenarnya dari Cahaya Abadi Lestari, bukan dari Lipponya,” ujar Richard.

Kendati demikian, pihak Lippo berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara pihak sub kontraktor dalam hal ini CV Citra Karya Makmur dan CV Belalau Makmur, untuk menyelesaikan persoalan pembayaran yang belum selesai.

“Kita sudah jelaskan kepada mereka, Lippo akan coba bantu dalam arti bukan tanggung jawabnya Lippo, karena Lippo sudah selesai melakukan pembayaran,” ujar Richard.

Sementara itu, hasil pemantuan di lapangan, dalam aksinya massa membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka. Diantaranya, spanduk kain putih dengan tinta merah bertuliskan ‘Lippo harus bertangungjawab karena pembangunan yang melekat pada Lippo Plaza adalah hak kami yang belum dibayar’.

Spanduk lainnya bertuliskan,’Gara-gara hutang Lippo kami karyawan terlantar gaji 3 bulan belum dibayar !!!’.
Ada juga spanduk bertuliskan “Bayar hutang-hutang perusahaan kami jangan cuma janji-janji’ dan beberapa spanduk serupa juga ditulis dengan tinta merah.

Aksi unjuk rasa sendiri berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Massa melakukan long march dari simpang empat lampu merah (RCA) menuju gedung Lippo Plaza Lubuklinggau, dikawal anggota Polres Lubuklinggau. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses