LKPJ 2015 Banyak Catatan [Salah Satunya Soal tidak Terlaksananya Pilkades 2015]

LKPJ 2015 Banyak Catatan [Salah Satunya Soal tidak Terlaksananya Pilkades 2015]
DPRD OI menerima LKPJ Bupati dengan catatan, salah satunya soal guru yang banyak mengincar jabatan kades. Foto net
Posted by:

INDERALAYA – Rapat paripurna  pandangan fraksi DPRD Ogan Ilir menyikapi nota pengantar bupati terhadap Laporan Kerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2015 dipenuhi catatan. Sejumlah fraksi dewan menghendaki agar pemerintah dapat lebih optimal dalam penarikan semua retribusi, serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Jubir Fraksi PDI P Amir Hamza menyatakan sangat menyetujui LKPJ Bupati tahun 2015, untuk dibawa dan dibahas pada rapat selanjutnya. Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan saran dan masukan agar pemerintah dapat lebih maksimal mengawasi SKPD. Adapun saran yang diusulkan seperti kinerja dispenda dalam menarik pajak dan retribusi daerah diharap dapat ditingkatkan, mampu melayani para wajib pajak dengan baik.

Disamping itu, pihaknya juga meminta agar pemda lebih fokus pada penarikan atau punggutan retribusi yang disinyalir tidak masuk kas daerah seperti retribusi lebak lebung, retribusi kir, retribusi galian C dan lainnya. Bila perlu SKPD yang lemah dalam penarikan pajak dan retribusi dapat dievaluasi.

Bukan itu saja, pihaknya juga meminta dinas kehutanan Ogan Ilir untuk dapat menertibkan retribusi hasil hutan. Disinyalir hasil hutan tidak sesuai dengan kondisi riil dilapangan.

“Jika semua punggutan retribusi ataupun hasil bumi memberikan kontribusi pada kas daerah, maka kami optimistis angka pendapatan asli daerah Ogan Ilir perlahan meningkat signifikan. Ya, tidak tercapainya empat point target penerimaan daerah seperti pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain pendapatan asli yang sah menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan upaya penertiban,” tuturnya.

Sementara itu, Jubir PAN Rozuli Muhammad menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi pemerintah Ogan Ilir yang telah menyelesaikan LKPJ 2015. Namun demikian, pihaknya meminta pemerintah dapat memberikan penjelasan alasan tidak dilaksanakan pilkades tahun 2015.

“Banyak persoalan yang butuh perhatian. Bayangkan saja Ogan Ilir menempati urutan pertama dengan jumlah pjs kades paling banyak. Kami juga meminta agar guru-guru bisa fokus pada tupoksinya dan bukan sibuk menjadi kades. Ya, persoalan ini menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat,” jelasnya.

Dia juga mempertanyakan mengapa honor kades triwulan III dan IV tahun 2015 belum kunjung dibayarkan. Sementara tunjangan kades triwulan I/2016 sudah dibayarkan. (din)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses