Longsor, Akses Tanjung Sakti Kabupaten Lahat Lumpuh Total

Longsor, Akses Tanjung Sakti Kabupaten Lahat Lumpuh Total
Kondisi longsor yang terjadi di Dusun 7 Jambat Genting Desa Sidang Panjang, Lahat, Senin (9/10). Foto Arif Palembang Pos
Posted by:

LAHAT – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Tanjung Sakti, Minggu malam (8/10) hingga Senin pagi (9/10), membuat tekstur tanah menjadi labil. Akibatnya Tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter, di wilayah Dusun 7 Jambat Genting, Desa Sidang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, longsor menutup badan jalan negara.Padahal ruas jalan itu satu-satunya akses keluar masuk wilayah Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu. Ruas jalan ini pula yang menjadi penghubung wilayah Sumsel-Bengkulu. “Perkiraan subuh tadi (kemarin), kami hendak lewat ke Pagaralam sudah tertutup,” kata Mardiansyah, warga Tanjung Sakti, yang berprofesi sebagai guru di Kota Pagaralam.

Marliansyah bersama ratusan warga lainnya dari arah Tanjung Sakti ataupun Pagaralam, terpaksa balik arah. Badan jalan dengan panjang sekitar 30 meter, ditutupi ribuan kubik tanah bercampur batu. Sehingga tidak mungkin untuk melingas.Apalagi sisi jalan merupakan tebing menjulang dan bibir jurang aliran Sungai Manna. “Lokasinya persis dilokasi pembangunan jembatan baru,” kata Rellen, warga Tanjung Sakti, via seluler.Belum diketahui persis waktu tanah tersebut longsor. Sebab sejak malam hingga pagi, hujan deras terus mengguyur wilayah yang berada di kaki Gunung Dempo itu.

“Kalau sekitar jam 9 (21.00 WIB) semalam (Minggu malam), belum ada longsor, kebetulan mertua saya lewat sana pulang dari Seluma (Bengkulu),” kata Indra (35), warga Lahat.Sementara Camat Tanjung Sakti Pumi, Saipul Bahri S Pd mengungkapkan, hingga Senin sore proses pembukaan badan jalan masih berlangsung. Banyaknya material yang menutup badan jalan, membuat arus lalu lintas masih lumpuh. “Masih dibersihkan menggunakan alat berat perusahaan yang membangun jembatan tidak jauh dari lokasi longsor,” jelasnya.

Akibat tertutupnya, arus lalu lintas dua arah ini, ratusan kendaraan pun harus terhenti di lokasi. Apalagi belum bisa dipastikan, pekerjaan dapat selesai. “Kami khawatir longsor susulan. Hujan masih turun, lokasi masih sangat rawan terjadi longsor. Belum bisa ditentukan (pembersihan longsor) karena saat ini masih dalam pengerjaan,” tegasnya. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses