LRT Sumsel Karya Pertama Putra Terbaik Bangsa

LRT Sumsel Karya Pertama Putra Terbaik Bangsa
Budi Noviantar0
Posted by:
MASYARAKAT Sumatera Selatan patut berbangga. Ligh Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan merupakan bukti eksistensi putra bangsa dalam pengembangan industri kereta di tanah air. Ternyata negeri ini sudah sejajar dengan negara produsen kereta api lainnya, Cina.

Palembang Pos bersama media lain di Sumatera Selatan berkesempatan mengunjungi langsung PT INKA (Persero) di Kota Madiun Provinsi Jawa Timur (Jatim), Selasa (02/10) kemarin. Kehadiran awak media Sumsel disambut langsung Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro dan Sekretaris Perusahaan (Sekper) I Ketut Astika.

Setelah berisirahat semalam karena tiba di Madiun lewat tengah malam, pagi harinya, kami  menuju PT INKA (Persero)  yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Madiun. Kami diajak ke sebuah aula PT INKA (Persero) untuk mendapat penjelasan langsung dari Direktur Utama Budi Noviantoro, sebelum meninjau pabrik kereta.

Dalam penjelasan Budi yang pernah menjabat Kepala Divre III PT Kereta Api Indonesia dan berkantor di Plaju, ternyata LRT Sumsel merupakan yang pertama buah karya anak bangsa. Selain Sumsel, PT INKA (Persero) juga mengarap LRT Jabodebek.

Untuk itu, Budi meminta dukungan semua pihak termasuk media  dalam pengembangan industri kereta karena sudah mendapat respon positif dari banyak negara. Sekadar diketahui, negara yang sudah memesan kereta api buatan PT INKA (Persero) seperti Bangladesh, Singapura, Filipina, Singapura, Thailand dan Australia.

“Kami berharap media dapat mendukung karena pemberitaan negatif akan berdampak pada tanggapan negara-negara lain. Khususnya para kompetitor yang mengambil kesempatan untuk menjatuhkan industri perkretaapian nasional,” katanya.

Diungkapkan Budi, dalam menggarap LRT Sumsel, PT INKA (Persero)  berhasil memenangi tender dengan mengalahkan kompetitor dari luar negeri. Berarti itu merupakan bukti komitmen PT INKA (Persero) dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi sudah diakui. Budi tak menampik bahwa masih ada kekurangan terkait LRT Sumsel.

Namun, pihaknya tidak tinggal diam dan akan terus menyempurnakannya di masa mendatang. LRT Sumsel merupakan yang pertama pertama di Indonesia karya insinyur-insinyur anak bangsa. Untuk itu, kita semua patut berbangga.

‘’Sekadar perbandingan saja, negara lain melakukan ujicoba LRT sebelum beroperasi penuh membutuhkan waktu tak kurang 6 bulan.  Makanya sampai sekarang yang dipesan dari luar negeri belum beroperasi karena lamanya waktu ujicoba tersebut. Namun, PT INKA (Persero) berhasil mengoperasikan LRT jauh lebih cepat dan target sebagai moda transportasi Asian Games sudah terpenuhi,’’ bebernya.

Disinggung kuatnya bunyi gesekan saat LRT menikung dan lambannya kecepatan, Budi mengatakan lebih dikarenakan untuk kenyamanan penumpang. Kuatnya bunyi tersebut dikarenakan terjadi gesekan antara roda  dan rel pada posisi trek menikung.

‘’Soal kecepatan LRT di Sumsel disesuaikan dengan permintaan pemerintah yakni tak lebih 80 kilometer per jam. Salah satu faktor yang menyebabkan laju LRT sedikit lambat dikarenakan rel  yang ada di Sumsel tidak semuanya trek lurus,’’ katanya lagi.

Selain itu, dalam pengoperasiannya LRT membutuhkan daya listrik yang besar. Matinya aliran listrik langsung menyebabkan LRT terhenti. Namun, penumpang tidak perlu khawatir karena LRT sudah dilengkapi teknologi canggih untuk kenyamanan dan keamanan.

Di akhir penjelasannya, Budi mengatakan saat ini PT INKA (Pesero) menggarap rangkain kereta pesanan dari  Filipina yang sedang dikebut pengerjaannya. PT INKA (Pesero) mengerjakan enam rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD), tiga lokomotif, dan 15 KA penumpang yang nilai kontraknya mencapai 485 juta peso atau sekitar Rp127,3 miliar.

Setelah mendengar penjelasan langsung dari Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro, selaku produsen LRT Sumsel, awak media diajak mengunjungi pabrik. Dengan berjalan kaki, awak media Sumsel menyusuri areal pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 22,5 hektare. Di sini diperlihatkan mulai dari proses desain sampai ujicoba kereta yang selesai dibuat.

Terlihat rangkaian LRT Sumsel kedelapan sudah memasuki tahap finishing. Rencananya, trainset terakhir ini akan dikirim pada Desember mendatang ke Palembang.

‘’Trainset kedelapan tinggal proses pengetesan statis, ditimbang, belokan, dan pengetasan air. Awal Desember akan kita kirim ke Palembang sesuai kontrak,” kata  Budi Noviantoro.

Trainset kedelapan ini sudah dimodifikasi hasil evaluasi dari tujuh rangkaian yang sebelumnya. Modifikasi seperti mekanikal di pintu menggunakan teknologi terbaru agar sensornya tidak terlalu sensitif.

“Tidak ada evaluasi yang signifikan dari yang sebelumnya. Memang ada beberapa yang dimodifikasi, seperti sensor di pintu agar tidak terlalu sensitif karena sedikit saja sudah terbuka, bahaya. Yang sebelumnya juga dilakukan modifikasi, sama,” ungkapnya.

Untuk LRT, sudah masuk pasar Myanmar, Vietnam dan Srilangka. Sistemnya paket dengan PT KAI (Persero), Waskita dan PT Len Industri (Persero). Termasuk pembiayaan, operasi, pemeliharaan dan lain sebagainya. Ditambahkan,  PT INKA (Pesero)  melakukan penjajakan  negara  Senegal dan  Mexico.

“Kalau dalam negeri pesanan KAI sebanyak 438 tahun ini selesai, kemarin sudah selesai pesanan untuk bandara Minangkabau, Bandara Solo. Juga pesanan terbaru pesan 20 kereta berpenggerak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Budi mengungkapkan, seluruh tenaga kerja di PT INKA (Persero)  merupakan putra putri bangsa. Hanya ada tak lebih dari tiga orang tenaga ahli dari Eropa dan Jepang. Untuk pangsa pasar sendiri rinciannya 60 persen dalam negeri dan sisanya luar negeri.

Budi mengakui,  PT INKA (Pesero) belum bisa menyamai produk Korea dan Jepang.  Pada 2020 mendatang, PT INKA Persero) menargetkan konten lokal mencapai 80 persen. (zen bae)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses