Makanan Pengawet Bahayakan Konsumen

Makanan Pengawet Bahayakan Konsumen
Posted by:

Palembang – Adanya temuan pihak terkait di pasar beduk ditemukannya penjual makanan mengunakan bahan pengawet seperti formalin, membuat masyarakat resah. Selain itu juga membahayakan kesehatan masyarkat yang tentunya sering membeli makanan diluar.
Sofiana, warga Jalan Demang Lebar Daun ini mengaku, saat ini dia sangat waspada saat membeli makanan dan minuman. Pasalnya,  dengan adanya temuan makanan seperti mie yang menggunakan pengawet dan pewarna sintetis seperti rodhamin B jika dikonsumsi sangat berbahaya sekali.
“Apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, tentunya dapat merusak organ tubuh manusia seperti hati, ginjal dan juga menyebabkan kanker yang bisa mematikan manusia,” terang Anna begitu akrab disapa.
Ditambahkan Anna juga, sebaiknya BPOM secara berkala untuk melakukan pengecekan ke lapangan supaya bisa memberantas para
Penjual makanan tersebut.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Zur Yani, guru TK Jalan Bank Raya Palembang. Menurutnya makanan yang menggunakan pengawet ini sangat tidak bagus sekali untuk kesehatan. Apalagi dikonsumsi oleh masyarakat yang berpuasa dan telah seharian perut kosong.
“Berbahaya sekali jika perut kosong tiba-tiba langsung di isi dengan makanan yang meggunakan pengawet yang akan berbahaya untuk kesehatan,”katanya.
Menurut warga Jalan Alang Alang Lebar ini, seharusnya pihak terkait tidak tinggal diam dengan kondisi ini dimana ada pedagang menjual makanan berpengawet. “Harus ditindak bila perlu diberi efek jera agar mereka tak mengulangin lagi perbuatannya,”katanya geram.
Sementara itu, pedagang Pasar Bedug di Masjid Agung meminta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk mengusut distributor mie dan tahu yang disebut memakai formalin, bukan pedagang kecil seperti mereka.   
“Kami hanya membeli rujak mie di Pasar Lemabang, kami juga tidak tahu bahwa rujak mie tersebut mengandung formalin,” kata salah satu pedagang Pasar Bedug di Masjid Agung, Yuni.  
Dirinya sangat menyayangkan tindakan dari BBPOM yang hanya mengawasi setiap pedagang kecil, padahal pedagang hanya membeli dalam jumlah yang kecil. Sedangkan untuk pihak distributor masih saja memproduksi mie yang mengandung formalin dalam jumlah yang cukup besar.
“Seharusnya BBPOM itu tangkap distributornya agar mie mengandung formalin tidak beredar di pasaran, sehingga kami juga tidak membeli mie tersebut,” tegasnya.    (ove)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses