Mako Tagana Pertama di Indonesia

Mako Tagana Pertama di Indonesia
Plt Kepala Dinsos Provinsi Sumsel, Belman Karmuda saat menerima Pataka Tagana di depan mako Tagana Sumsel yang baru diresmikan. Foto: Maulana Palpos

BERTEMPAT di halaman kantor Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Plt Kepala Dinsos Provinsi Sumsel, Belman Karmuda beserta mantan Kepala Dinsos Provinsi Sumsel, Apriyadi meresmikan Markas Komando Taruna Siaga Bencana (Mako Tagana Sumatera Selatan), Selasa (22/11/2016).

Pembentukan atau pembangunan Mako Tagana Sumsel ini merupakan pertama untuk level provinsi di Indonesia sebagai langkah siap siaga dalam menghadapi dan menangani bencana yang akan datang.
Plt Kepala Dinsos Provinsi Sumsel, Belman Karmuda mengatakan program ini sangat mendesak, suasana iklim hujan deras jadi harus siap siaga. “Makanya ada Mako Tagana dalam melayani masyarakat,” jelas dia.

Mako Tagana ini untuk menginformasikan adanya bencana alam dan bencana sosial, kerusuhan, pengungsi dan lainnnya. “Mako Tagana ini, untuk tingkat provinsi merupakan pertama di Indonesia,”tegas pria yang juga menjabat Pembina Tagana Sumsel ini.

Memang, diakui dia, di Jakarta ada, namun itu punya Kementerian Sosial RI, kalau milik pemerintah daerah baru Sumsel yang pertama memilikinya. “Adanya Mako Tagana ini, maka makin tanggap kita dalam menangani bencana yang terjadi,” ujarnya.

Di Sumsel, ada 747 personil Tagana yang siap melayani masyarakat, serta ada tambahan 56 anggota baru dilatih. “Jadi ada 800 personil Tagana siap dalam menjalankan tugasnya. Memang kita ada kampung bencana di Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Muara Enim,”kata dia.
Keberadaan kampung siaga ini, sebagai langkah cepat dan tanggap dalam menghadapi bencana. “Adanya kampung bencana ini, supaya mereka (penduduk sekitar,red) bisa berdikari dan mandiri dalam menghadapi bencana,”ujar dia.

Selain itu, untuk buffer stock di Dinas Sosial, diklaim cukup. Mengingat di masing-masing kabupaten kota ada 100 ton beras cadangan pemerintah, belum yang ada di Dinsos Sumsel sebanyak 200 ton. “Sarana dan prasarana di dinas sosial kabupaten/kota juga lengkap,”ujar dia. (adv/cw05)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply