Masih Minim Kunjungan Wisatawan

Masih Minim Kunjungan Wisatawan
Posted by:

KAMPUS – Pameran ASITA Travel Fair South Sumatera 2014 yang digelar Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sumsel menggandeng Rajamice di Palembang Icon Mall resmi dibuka, kemarin (25/4). Melalui even tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumsel.
Ketum ASITA Pusat, Asnawi Bahar mengatakan, dengan adanya pameran ini masyarakat lebih dekat dengan industri pariwisata dan mengenal obyek pariwisata baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, even ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan Sumsel ke daerah lain karena yang hadir disini ada buyer (pembeli, Red) dari daerah lain bahkan Thailand.
“Anggaran pemerintah untuk promosi itu sedikit. Nah, dengan adanya even ini maka pemerintah akan lebih terbantu untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Sumsel atau daerah lainnya,” ujarnya usai pembukaan pameran ASITA Travel Fair South Sumatera, kemarin.
Pameran ini, lanjut dia, selain digelar di Palembang juga digelar di beberapa daerah lain seperti Medan, Batam, Pekanbaru dan Jambi.”Pada umumnya pariwisata di semua daerah berkembang. Saya berharap Sumsel mengejar ketertinggalannya. Karena wisatawan yang datang ke Sumsel baru mencapai angka 30 ribu pertahun. Padahal potensi pariwisata di Sumsel ini cukup besar. Sebagai contoh, Sungai Musi, kalau dibenahi menjadi wisata sungai seperti di Belanda dan Swedia, maka akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke Sumsel,” katanya.
Menurutnya, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata memang terkendala beberapa factor. Diantaranya masalah infrastrktur.”Pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh sebab itu, ada 22 Kementrian yang terlibat untuk pengembangan pariwisata. Kita memiliki potensi, tapi infrastruktur yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala utamanya,” beber Asnawi.
Asnawi menambahkan, pihaknya menargetkan akan terjadi peningkatan pariwisata di Sumsel sebesar 5 persen setelah digelarnya  ASITA Travel Fair South Sumatera. Pasalnya, pertumbuhan pariwisata di dunia itu tumbuh sebesar 6 persen setiap tahun.
Sementara itu, Direktur MICE Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani menambahkan, untuk meningkatkan kunjungan wusatawan ke Sumsel terutama Palembang harus dibuatkan paket-paket wisata. Untuk brandingnya, Sumsel sudah ada karena sudah sangat terkenal dengan makanan dan cinderamatanya.”Selain itu, Sumsel juga sering menggelar even bertaraf internasional. Kendati demikian, promosi pariwisata disini harus terus dilakukan agar lebih dikenal daerah lain atau mancanegara,” tandasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang M Yanuarpan menambahkan, pihaknya menyambut baik even tersebut. Pasalnya, dengan adanya even tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Palembang.”Dengan meningkatkan jumlah wisatawan berarti meningkatkan perekonomian masyarakat, karena pempek dan cinderamata khas Palembang akan dibeli oleh wisatawan,” pungkasnya. (ati)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses