Masih Terkendala Perpres

Masih Terkendala Perpres
Posted by:

Pembangunan Tol Palembang-Inderalaya

Demang LD, Palembang Pos.-
Proyek Jalan Tol Palembang-Inderalaya hingga saat ini belum bisa dibangun. Pasalnya Peraturan Presiden sebagai dasar membangun jalan tol tersebut hingga kini belum terbit. Akibatnya, PT Hutama Karya, yang ditugaskan pemerintah pusat membangun jalan tol, belum bisa bekerja.
Hal tersebut diungkapkan Dirut PT Hutama Karya Tri Wijayanto usai rapat dengan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, di Griya Agung, kemarin. Tri Wijayanto mengatakan, pemerintah pusat telah menugaskan kepada pihaknya untuk membangun jal tol Sumatera yang salah satu ruasnya Palembang-Indralaya. Oleh sebab itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Gubernur Sumsel.
Sampai saat ini kita belum bisa melakukan pembangunan. Karena masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres). Jika Perpresnya sudah turun kita akan segera melakukan pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, jika Perpres sudah turun pembangunan bisa langsung dilakukan kendati pembebasan lahan belum tuntas secara keseluruhan. “Pembebasan lahan tahap pertama kan sudah dilakukan.Jadi setelah Perpresnya sudah turun kita bisa langsung bekerja. Karena pembangunan jalan tol ini dilakukan secara bertahap,” bebernya seraya menambahkan pihaknya menargetkan pembangunan jalan tol tersebut bisa selesai dalam waktu 2 tahun.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengakui, pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya masih terkendala Perpres. Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya agar Perpres tersebut segera keluar.
“Pembangunan Jalan Tol Palembang- Inderalaya ini sangat dibutuhkan masyarakat, bukan hanya masyarakat Ogan Ilir dan Sumsel  tapi juga telah dinanti-nantikan oleh masyarakat Pulau Sumatera,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris PU Bina Marga, Ir Baasyarudin menuturkan, pembayaran perdana ganti rugi dilakukan 13 Januari tahun ini. Ganti rugi itu dilakukan untuk section (tahap), pertama dari Jalan Lingkar Selatan Jakabaring Palembang ke Pemulutan sepanjang 7 km.
“Ganti rugi tahap kedua kedua masih dilakukan pendataan oleh tim independen yang terdiri dari BPN,  PU Bina Marga Provinsi, Pemda Ogan Ilir dan perangkat desa.Kita targetkan pembayaran ganti rugi lahan bisa selesai semua pada tahap keduayakni section kedua dari Pemulutan ke KTM sepanjang 5 km dan section ketiga dari KTM-SP Indralaya sepanjang 10 km. Jika pembayaran semua selesai maka segera dilakukan pembangunan,” bebernya.
Dia menambahkan, jalan tol Palembang-Indralaya ini memiliki panjang 22 kilometer (km) dengan lebar 80 meter. Jalan tol ini memiliki 2 buah exit interchange yakni di Pemulutan dan KTM. “Nilai investasi  pembanguna jalan tol ini sekitar 4,1 triliun,” pungkas Baasyarudin. (ati)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses