Massa Tiga Paslon Geruduk Panwaslu

Massa Tiga Paslon Geruduk Panwaslu
Posted by:

MUARA ENIM,—
Ratusan massa dari tiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim peserta Pilkada Muara Enim, menggeruduk kantor Panwaslu Kabupaten Muara Enim, Kamis (28/6/18) yang berlokasi di Jalan Lintas Muara Enim-Lahat. Mereka melakukan aksi demo mendesak Panwaslu untuk menerbitkan rekomendasi membatalkan salah satu Paslon Cabup dan Cawabup Muaraenim.
Alasannya, pada pelaksanaan Pilkada, tim pemenangan oknum tersebut diduga melakukan money politik secara tersetruktur, sistematis dan massif. Kemudian diduga adanya oknum Panwaslu tidak netral dengan melakukan keberpihakan dengan paslon tersebut.
Dugaan money politik dan keberpihakan oknum Panwaslu tersebut telah diungkap oleh tim ketiga pasangan calon dan telah dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Muara Enim. Namun, laporan yang disampaikan sebelum pelaksanaan pencoblosan itu, diduga belum ditindak lanjuti Panwaslu Kabupaten Muara Enim.
Kadatangan massa ke kantor Panwaslu tersebut secara bergelombang. Massa yang pertama kali datang dari Paslon nomor urut 1 dipimpin Penasehat Hukumnya, Riasan Syahri SH, Bambang Hermanto dan Daru.
Kemudian massa berikutnya datang dari Paslon nomor urut 3 dipimpin Yones Tober Simamora dan Penasehat Hukumnya, Firmansyah SH MH. Ikut juga dalam aksi demo itu Calon Wakil Bupati nomot urut 3, Syuryadi SE. Gelombang berikutnya massa Paslon nomor urut 2 dipimpin langsung Penasehat Hukumnya, Usman Firiansyah SH.
Ketika kelompok massa itu membaur bergabung menjadi satu dengan mengajukan tuntutan yang sama kepada Panwaslu. Tuntutan yang mereka ajukan mendesak Panwaslu mengusut dugaan money politik yang diduga dilakukan tim salah satu paslon, sekaligus mendesak membatalkan paslon tersebut dan minta dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Aksi demo yang dilakukan massa ketiga Paslon tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari aparat Kepolisian Polres Muara Enim, anggota TNI Kodim 0404 Muara Enim, dan Satpol PP Pemkab Muara Enim. Pengamanan itu dipimpin langsung Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono dan Dandim 0404 Muara Enim, Letkol Inf Teadi Aulia Mulauji SE.
Dalam aksinya, massa ketiga Paslon melakukan orasi secara bergantian di depan gedung Panwaslu Muara Enim yang intinya mengecam Panwaslu Muara Enim. “Kami mendesak minta dilakukan Pilkada ulang, sudah ada bukti dan saksi dilaporkan ke Panwaslu, tetapi tidak diproses. Ada pembiaran money politik oleh Panwaslu selaku petugas Pengawas Pemilu,” teriak massa pada orasi itu.
Massa sempat kesal melihat sikap Komisioner Panwaslu Kabupaten Muara Enim, yang enggan menemui massa di luar. Saat itu Wakapolres Muara Enim, Kompol Ari Sudrajat, sempat melakukan mediasi kepada massa meminta 5 orang masing masing perwakilan massa ketiga Paslon untuk melakukan pertemuan dengan Komisioner Panwaslu. Namun tawaran tersebut ditolak oleh massa.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Sekda Pemkab Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI bersama Asisten I Pemkab Muara Enim, tiba dilokasi aksi demo. Saat itu Sekda melakukan mediasi kepada massa. Sekitar pukul 12.30 WIB, Ketua Panwaslu Muara Enim, Suprayitno bersama Komisioner Panwaslu lainnya bersedia keluar kantor menemui massa yang berkumpul di luar dengan mendapatkan pengamanan aparat Kepolisian.
Panasehat Hukum Paslon Cabup nomor urut 3, Firmansyah SH MH, kepada kepada Ketua Panwaslu menyampaikan tuntutannya. Mereka menyatakan telah mempunyai bukti lengkap megenai dugaan politik yang dialkukan tim salah satu paslon. Termasuk indikasi melakukan suap kepada penyelenggara Pilkada.
Menanggapi semua tuntutan itu, Ketua Panwalu Muara Enim, Suprayitno dihadapan massa tersebut mengatakan, pihaknya sudah menindak lanjuti tentang semua apa yang terjadi dan telah dilaporkan ke Panwaslu. Setidaknya ada 8 laporan yang masuk ke Panwaslu tengah ditindak lanjuti.
“Kami Panwaslu akan menjalankan aturan yang ada. Terkait dugaan money politik kami sudah lakukan pengusutan dengan pendampingan dari pihak Kepolisian dan Kejaksaan,” jelasnya.
Saat ini pihaknya tengak melakukan penelusuran soal dugaan money politik tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa Panwaslu tidak bisa melakukan pembatalan pasangan calon yang dituduhkan melakukan money politik. Karena pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk itu.(luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses