Masyarakat Menjadi Was Was

Masyarakat Menjadi Was Was
Maraknya senjata api rakitan membuat masyarakat menjadi was-was.
Posted by:

MUARA ENIM – Tokoh masyarakat Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Makmur Marianto, tidak menyangka jika jumlah peredaran senjata api rakitan di Muara Enim tergolong cukup banyak. Itu dilihat dari jumlah senpira yang berhasil diamankan Polres Muara Enim dari hasil penyerahan masyarakat dan hasil penyidikan.
“Terus terang selama ini masyarakat pedesaan selalu cemas dan was was. Terlebih lagi jika mereka berpergian melintas jalan desa yang sepi. Kita khawatir dengan banyaknya senjata api rakitan beredar di masyarakat maka akan menimbulkan kerawanan kamtibmas,” jelasnya.
Untuk itu selaku masyarakat dia sangat mendukung program yang dilakukan Polres Muara Enim. Dia juga mengajak masyarakat supaya memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Karena, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan, jika senjata api rakitan yang beredar di masyarakat tidak diamankan, akan terjadi penyalahgunaan yang pada akhirnya menimbulkan kerawanan kamtibmas.
“Semula tujuan memakai senjata api rakitan itu untuk menjaga hama di kebunnya. Namun kenyataanya ada pihak pihak yang memanfaatkannya untuk digunakan melakukan tindak kriminal. Inilah yang kita khawatirkan,” jelas Makmur.
Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, H Darmadi Suhaimi SH, menilai program imbauan penyerahan senpira yang dilakukan Polres Muara Enim harus didukung seluruh elemen masyarakat terlebih masyarakat Kabupaten PALI. Karena dari 639 pucuk senpira laras panjang dan laras pendek hasil penyerahan masyarakat dan hasil penyidikan  diamankan Polres Muara Enim,  sebanyak 161 pucuk diantaranya dari daerah  Kabupaten PALI.
“Jika melihat jumlah ini, maka Kabupaten PALI tergolong cukup banyak peredaran senjata api rakitan. Untuk itu perlu kita dukung program yang dilakukan Polres Muara Enim,” jelas Darmadi.
Menurutnya, program yang dilakukan Polres Muara Enim salah satu upaya untuk menjadikan Kabupaten PALI  sering dikunjungi orang luar, dan memudahkan investor untuk berinvestasi. Karena selama ini image PALI di daerah luar terkesan sangat negatif.
Itu semuanya akibat adanya image yang menyebutkan bahwa daerah PALI banyak premannya, sadis, rawan dan pelaku tindak kriminal selalu gunakan senjata api rakitan. “Dengan program yang dilakukan Polres Muara Enim, kita berharap, PALI menjadi daerah yang kondusif aman seperti daerah daerah lain di Sumsel,’ harap Darmadi.
Wakil rakyat ini juga mengaku, sebagai komitmennya untuk mendukung program himbauan penyerahan senjata api rakitan yang di lakukan Polres Muara Enim, dia selaku wakil rakyat telah melakukannya secara langsung proses penyerahan senpira tersebut.
“Saya telah membantu masyarakat dari Desa Pantas Dewa dan Sinar Dewa untuk menyerahkan senjata api rakitan tersebut kepada petugas Polsek Talang Ubi. Waktu itu saya membantu menyerahkan sebanyak 1 pucuk senjata api rakitan jenis pistol dan 3 pucuk senjata api rakitan laras panjang,” jelasnya.
Menurut Darmadi, jika senpira masih banyak beredar di masyarakat, tentunya tindak kriminalitas akan tinggi. Masyarakat tidak merasa aman dan selalu dihantu rasa ketakutan dan was was. Terlebih lagi jika masyarakat tersebut mengendaraai kendaraan melintasi jalan yang sepi.
“Rasa takut dan was was masyarakat inilah yang perlu kita atasi dengan mendukung penuh program yang dilakukan Polres Muara Enim guna terciptanya iklim lingkungan yang kondusif dan rasa aman bagi masyarakat,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Usman (45) Warga OKI. Dia mengatakan, pemerintah harus mencari solusi konkrit untuk menanggulangi peredaran senpi rakitan ini. Sebab bukan tidak mungkin nantinya akan semakin banyak warga yang menyimpan senpira dengan alasan untuk menjaga keamanan.
“Saya rasa permasalahan ini harus dituntaskan dari muaranya, artinya menghentikan aktivitas pembuatnya.  Jika tidak demikian maka produksi senpi rakitan ini akan terus terjadi dan keamanan warga akan semakin terancam.” Katanya.
Bisa saja pemerintah membentuk sebuah program pembinaan dan pemberdayaan terutama kepada masyarakat Desa Sungai Ceper yang selama ini dikenal sebagai daerah produsen senpi rakitan, ada pola kemitraan.
“Masyarakat diberikan pelatihan, modal, lalu pemasaran hasil yang memadai sehingga dengan adanya pekerjaan yang cukup menjanjikan saya rasa berangsur-angsur aktivitas ini akan berkurang, disamping upaya himbauan maupun penindakan terus dilakukan,” katanya.
Sementara Agus warga Lempuing mengungkapkan, peredaran senpi rakitan ini membuat resah masyarakat. Warga merasa heran dari mana para pembuat senjata api rakitan ini memperoleh pelurunya, sebab senjata api rakitan tersebut tidak akan berharga jika tidak ada pelurunya.
“Kita merasa aneh peluru itu bisa dapat dari mana, harusnya ini dilacak juga dan dicari tahu darimana sumber peluru aktif tersebut,” ujarnya.
Dirinya berharap persoalan senpi rakitan ini tidak hanya menjadi tugas pihak kepolisian saja dalam melakukan penanggulangannya, namun seluruh pihak harus ikut terlibat dan memberikan peranan masing-masing. Hal ini untuk menjamin rasa aman masyarakat kabupaten OKI pada umumnya. (luk/jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses