Mat Hardi Datangi KPU Prabumulih

Mat Hardi Datangi KPU Prabumulih
Posted by:

 

 

Prabumulih-

     Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih mendadak heboh. Pasalnya, lembaga negara yang bertugas mengatur dan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) ini kedatangan seorang warga yang hendak mendaftarkan diri sebagai calon presiden Republik Indonesia melalui jalur Independen, Selasa (14/8/18).

Warga dimaksud bernama Mat Hardi Maharaja Besi (55), warga Jalan Sungai Medang Perum Palem Prabujaya Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur. Kedatangan pria yang mencalonkan diri sebagai presiden ini diterima Komisioner KPU Prabumulih devisi Hukum, Sirodjudin SH.

Dihadapan Komisioner KPU tersebut, Mat Hardi mengatakan, undang-undang tentang pencalonan presiden harus dirubah dimana seharusnya pemerintah memperbolehkan orang yang ingin mencalonkan diri sebagai calon presiden melalui jalur independen.

“Kedepan mestinya diterapkan yang namanya independen (calon perseorangan, red), karena itulah negara yang merdeka negara yang punya hak azazi manusia dan menghargai pendapat orang lain dan keberadaan orang lain,” ujar Mat Hardi.

Dikatakan Mat Hardi saat ini para calon hanya kenal rakyat sebelum terpilih, tapi apabila sudah terpilih lupa sama yang memilihnya. “Nanti cuma tahu jalan jalan saja,” tandasnya.

Lebih lanjut pria yang mengaku kerap mendapatkan wangsit dari Bung karno (Ir Soekarno Presiden RI ke I) ini menuturkan, apabila terpilih dirinya memiliki cara untuk melunasi hutang negara yang jumlahnya sangat besar. “Ada itu caranya, kalau saya terpiluh bisa itu,” ungkapnya.

Sementara ketika disinggung wartawan apa yang memotivasi dirinya untuk mencalonkan diri sebagai presiden, Mat Hardi mengaku,  hal itu karena dirinya mendapatkan wangsit dari Bung Karno yang sering datang menemuinya melalui mimpi sejak ia kecil.

Dimana dalam mimpi itu bung Karno berwasiat, supaya dirinya mengangkat masalah amanat penderitaan rakyat (AMPERA). “Ini dari 11 maret 2018, tolong diangkat diangkat amanat penderitaan rakyat, ini surat merah jas merah tolong diangkat,” ungkap pria yang memiliki enam orang anak uni dengan nada semangat.

Lebih lanjut terkait wacana pencapresannya tersebut,  Mat Hardi meminta kepada masyarakat, yang ingin mendukungnya untuk menyerahkan KTP ke KPU Prabumulih dengan bertuliskan amanat penderitaan rakyat.

Sementara, Komisioner Bidang Hukum KPU Kota Prabumulih, Sirodjudin SH mengatakan, pihaknya melayani siapapun yang datang ke KPU terkait pemilu termasuk kedatangan Mat Hardi warga yang hendak mencalonkan diri sebagai presiden.

“Jadi kami di KPU tugasnya melayani, namun ada beberapa ketentuan di undang-undang, melayani itu berdasarkan undang-undang. Karena itu pencalinan itu tidak bisa diterima, karena dalam undang-undang tidak dikenal calon presiden dari jalur independen,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sirodjudin menuturkan, pihaknya mengapresiasi keinginan Mat Hardi yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden. “Berarti ada yang peduli dengan penderitaan rakyat, dan ini bukti kami KPU melayani. Mungkin kedepan pembuat undang-undang perlu diwacanakan, bahwa ada masyarakat yang tidak terlibat politik praktis ingin mencalonkan diri dengan dukungan masyarakat,” pungkasnya. 

     Pantauan dilapangan, Mat Hardi Maharaja Besi datang ke KPU Prabumulih dengan mengendarai motor bebek mengenakan peci,  kemeja putih dan celana putih serta jas berwarna merah. Selain itu Mat Hardi membawa map berwarna merah berisikan ijazah paket A dan B serta ijazah yang bertandatangan Malaikat. (abu) 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses