Mayoritas Speedboat tak Bersertifikat

Mayoritas Speedboat tak Bersertifikat
Posted by:

Banyuasin, Palembang Pos.-
Moda transportasi sungai yang melayani jasa penyeberangan penumpang dan barang di Kabupaten Banyuasin ternyata masih jauh dari kata nyaman dan aman bagi penumpangnya. Buktinya, jumlah lakalantas sungai terus meningkat, dan salah satu faktornya moda transportasi tersebut tak mengantongi sertifikat layak berlayar.
Betapa tidak, moda transportasi yang jumlahnya ratusan unit yang dimiliki oleh pengusaha atau pemilik speedboat, kapal ketek, tongkang maupun jukung mayoritas berlayar tanpa adanya sertifikat.  Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuasin kesulitan untuk mendata jumlah riil keseluruhan moda transportasi sungai ini.
Meski demikian, dari jumlah ratusan yang tak bersertifikat itu, sekitar 116 unit kapal telah terdaftar dan memiliki sertifikat dari dinas terkait sepanjang tahun 2013 yang lalu. Sertifikat yang dipegang oleh pemilik kapal ini berlaku untuk 1 tahun, untuk kemudian diperpanjang 11 bulan atau usianya akan terus berkurang dari awal sertifikasinya diterbitkan.
“Yang sudah diregistrasi dan sudah mengantongi sertifikat ada 116 unit kapal, dari berbagai jenis. Itu didata selama tahun 2013. Untuk sertifikat ini ada batasannya, yakni hanya 1 tahun, kalau diperpanjang maka akan berkurang setiap satu bulan, karena kondisi kapal akan berkurang. Sayangnya, masih banyak kapal yang tidak bersertifikat, sehingga kita tidak mengetahui apakah kapal itu layak layar atau tidak. Namun yang pasti, mayoritas kapal yang layar tidak bersertifikat,” jelas Kadishubkominfo Banyuasin, Supriadi SE MSTr, kemarin, ditemui di ruang kerjanya (27/1).
Sedianya, lanjut dia, moda transportasi sungai yang ideal yakni yang nyaman, aman, cepat dan murah. Sayangnya, masyarakat sebagai penumpang lebih memilih transportasi yang murah dan cepat mengingat selama ini kapal yang dibuat tidak memperhatikan keselamatan termasuk tidak dilengkapi dengan life jacket dan sarana keselamatan lainnya.
“Namun demikian, kita tiap tahunnya melakukan pemantauan, merazia kapal-kapal, apakah memang layak atau tidak, termasuk serang yang tak mengantongi STK (Surat Tanda Kecakapan). Lokasi razia kita di dermaga PU dan Muara Kumbang,” bebernya. (yan/JPNN)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses