Media Harus Jaga Martabat di Pemilu 2019

Media Harus Jaga Martabat di Pemilu 2019
Dari kanan : Ahmed Kurnia, Bambang Harymurti, Agus Sudibyo, Kombes Pol Bambang S dan moderator. (f : kominfo)
Posted by:
Minta Direvisi PKPU Soal Iklan di Media Massa
PALEMBANG – Peran media dalam menciptakan pemilu yang aman dan damai cukup besar. Untuk itu, menghadapi tahun pemilu, media diharapkan dapat menjaga martabatnya. Selain itu, media turut serta menjaga keutuhan nasional dan menyajikan demokrasi yang membuka pemikiran masyarakat.

‘’Media khususnya di Sumsel dalam pemilu memiliki ekstensi dan tugas yang sangat penting. Jangan sampai masyarakat menjadi terpecah belah. Kita hadir di sini untuk mewujudkan agar bersama menjaga keutuhan bangsa. Kita sajikan demokrasi yang membuka dan meneduhkan masyarakat. Kita menjadi media bermartabat,” ujar Direktur Pengelolaan Media (PM), Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Siti Meiningsih saat membuka Editor’s Forum di Hotel Aston, kemarin (31/10).

Oleh karena itu, tegas Siti, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dan serius dari semua pihak, termasuk pers untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pengawasan pemilu.

Hadir dalam Editor’s Forum narasumber Kordinator Kaukus Media dan Pemilu Agus Sudibyo, Pakar Media Freddy H Tulung, mantan Wakil Ketua Dewan Pers Bambang Harymurti, Tenaga Ahli Ditjen IKP Ahmed Kurnia, dan Kapolda Sumsel yang mewakili Karo Ops Kombes Bambang S.

Agus Sudibyo dalam paparannya mengatakan, perlunya jurnalis melakukan kroscek informasi yang didapat melalui media sosial. Ia mencontohkan, tweet dari seorang figur nasional di halaman twitter yang kerap dikutip media. “Ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, apakah di pemilik akun bersedia tweetnya dikutip? Kedua, harus dipastikan apakah benar memang akun itu asli?” tegas Agus.

Salah satu pokok bahasan yang menarik terjadi dalam dialog Editor’s Forum adalah pertanyaan mengenai kurang semaraknya pemilu karena larangan calon anggota legislatif melakukan sosialisasi, terutama di media massa. Peserta Editor’s Forum meminta Kementerian Kominfo dan Dewan Pers dapat merivisi PKPU tersebut bersama KPU. Dikarenakan, meski dilarang beriklan di media massa, tapi masih banyak caleg memasang baliho di pinggir jalan dan lainnya.

“Terkait PKPU ini yang melarang peserta pemilu melarang memasang iklan nanti akan kita koordinasikan dengan KPU, Bawaslu, pemerintah dan parlemen,” beber Agus yang disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Agus, dengan koordinasi nanti PKPU tersebut dapat dievaluasi sehingga semarak pesta demokrasi akan semakin ramai.

Berita bohong atau hoax juga mendapat sorotan. Bambang Harimurti  mengatakan, perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat dengan penyajian berita-berita yang bertanggungjawab.

“Ini peluang kita untuk menggaet pembaca. Semakin banyak berita yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan maka akan semakin tinggi masyarakat yang membaca berita yang kita buat,” terangnya.

Sementara itu, Bambang Suminto Karo OPS Polda Sumsel, saat ini para jurnalis sudah sangat pintar karena tidak ada kasus jurnalis yang terkena hukum pidana. Dalam dialog tersebut media cetak, online maupun TV membuat pernyataan sikap yang di antaranya mencegah berita hoax.

Dalam acara yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan Kaukus Media dan Pemilu serta PWI Sumsel ini, juga dibacakan pernyataan sikap yang di antaranya mencegah berita hoax dan lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan, media di Sumsel harus menjaga martabatnya di Pemilu 2019.

“Media harus menjaga martabatnya untuk menciptakan kondusifitas dalam pesta politik Pemilu 2019,” kata HD dalam sambutanya yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Amrullah saat acara Editor’s Forum dengan tema Media bermartabat untuk Pemilu Berkualitas, di Palembang,  kemarin.

Menurut dia, peran media itu sangat signifikan dalam menegakan negara yang berdemokrasi. “Demokrasi yang berkualitas tentunya harus didukung oleh media yang berkualitas,” ujar dia.

Untuk itu, tambah dia, media massa dituntut untuk lebih mengedepankan informasi yang independen dan netral saat Pemilu berlangsung. Terlebih, saat ini media dianggap sebagai kontrol atau penengah dalam kehidupan sosial dan politik yang ada.

“Peran media sebagai lembaga keempat, disamping legislatif, eksekutif dan yudikatif yang akan menjadi corong masyarakat terhadap dinamika sosial, politik disuatu daerah termasuk di Palembang Provinsi Sumatera Selatan ini,” jelas dia.

Ia menyebut, media yang bermanfaat dalam Pemilu adalah media yang menyebarkan kebenaran, netral, proporsional dan berpihak kepada masyarakat dan bangsa. (zen)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses