Membuat Kita Bergidik

Membuat Kita Bergidik
Penemuan mayat di Jalur 16, Banyuasin yang diduga kuat keluarga Tamsir. Foto: Dok Palembang Pos
Posted by:

KASUS pembunuhan akhir-akhir ini marak dan dari modus dan cara membunuh membuat kita bergidik.Sebut saja kasus pembunuhan yang menimpa Eno Parihah yang dilakukan 3 pria secara sadis pada Jumat (13/5), di Tanggerang.

Kasus ini dikenal dengan sebutan kasus perkosaan dan pembunuhan ‘cangkul’. Kemudian pembunuhan yang menimpa Nuri. Wanita berumur 31 tahun, yang sedang kondisi hamil, ini dibunuh pacarnya sendiri bernama Agus di Tanggerang pada 16 April 2016 silam.

Kemudian tubuh korban dimutilasi jadi beberapa bagian. Lalu terbaru di Kabupaten Banyuasin, satu keluarga berjumlah 4 orang dibantai lalu jasad dimasukan ke karung dan dibuang ke Perairan Muara Sugihan Banyuasin.

Korban pertama ditemukan pada Jumat (13/5) dan berturut-turut hingga jasad korban lainnya kembali ditemukan pada Senin (16/5). Kasus yang diduga karena persoalan jual beli tanah ini, kini masih penyelidikan Satuan Reskrim Polres Banyuasin.

Seperti beberapa pekan lalu, juga terjadi kasus pembunuhan di kawasan kertapati. Korbannya atas nama Rio yang ditemukan dengan kondisi kepala tertembak dan tergeletak di atas jembatan. Sementara di salah satu diskotik Palembang juga terjadi penganiayaan yang menyebabkan anggota securitynya tewas bersimbah darah serta kejadian lainnya dalam pekan ini yang cukup menghebohkan masyarakat.

Selain kasus diatas, masih banyak kasus yang menghilangkan nyawa orang. Maraknya kasus-kasus pembunuhan ini menjadi tanda tanya bagi kita, mengapa begitu mudahnya orang menghilangnya nyawa orang lain. Kondisi ini tentunya membuat masyarakat cemas takut dan bergidik.
Menanggapi hal itu, Kriminolog asal Palembang Sri Sulastri SH MH mengaku, sangat prihatin dengan beragam kejadian yang harus menghilangkan nyawa orang lain tersebut.

”Kita ini hidup di zaman modern dan maju tapi entah mengapa cara primitif masih saja dilakukan. Dimana sebagian masyarakat masih ada saja yang menyelesaikan masalahnya. dengan cara membunuh,” terangnya.

Menurut Sri hal tersebut juga dilatar akibat dari kurang pedulinya pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk mengendalikan ledakan penduduk dan kurang menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyatnya.

Bukan hanya pembunuhan, Bermacam-macam tindakan kriminalitas itu sendiri mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, bahkan perampokan, seringkali terjadi.

“Negara sedang sulit rakyatpun menderita. Nah dampaknya kriminalitas merajalela, orang tak segan membunuh demi uang, orang tak segan membunuh demi makan, ini faktor global, harus segera dibenahi,’” jelas Sri.

Dalam hal ini dirinya menghimbau untuk masyarakat agar selalu berusaha berfikir dingin dan jangan cepat emosi dalam menghadapi situasi apapun. ”Sekalipun dalam pertikaian kita harus bisa menahan diri, tak sanggup serahkan sama polisi karena tugas mereka mengayomi masyarakat. Sebab apapun bisa terjadi, siapa yang bisa menjamin keselamatan kita selain diri kita sendiri,” terangnya.

Selain itu lanjut Sri , sebagai masyarakat yang maju harusnya masyarakat lebih banyak belajar dan mau membuka diri mengenai hukum guna memahami serta menjadi rem disaat individu tersebut kelewat batas dan melakukan kejahatan seperti pembunuhan,” pahami hukum, agar diri terkontrol,” pungkasnya. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses