Mengalir Sampai Palembang

Mengalir Sampai Palembang
Posted by:

**Narkoba Makin Menggila

Narkoba telah menjadi permasalahan serius diberbagai negara tak terkecuali di Indonesia. Peredaran narkoba jenis sabu memang sangat memprihatinkan. Bahkan banyak cara yang dilakukan para bandar narkoba untuk mengedarkan barang haram tersebut, melalui kurir.
Kali ini, jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bidang pemberantasan pimpinan, AKBP Agung Sugiono berhasil mengagalkan sabu sebanyak 3 kg asal Aceh dan Medan.
Rencananya, sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Kota Palembang dari tangan seorang kurir yakni Hendra Saputra (23) warga Jalan Kemas Rindo RT 30 RW 05 Kecamatan Kertapati Palembang, di Jalan Palembang – Betung Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Banyuasin, Jum’at (23/2/18).
“Sabu seberat 3 Kg yang dibungkus teh cina bertuliskan Guanyinwang ini, kita temukan didalam jok sepeda motor Honda Scoopy warna putih tanpa plat yang digunakan pelaku,” ujar Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Drs Jhon Turman didampingi Kabid Pemerantasan, AKBP Agung Sugiono.
Dikatakan Jhon Turman, pihaknya berhasil mengamankan sabu seberat 3 kg, berkat adanya laporan masyarakat menyebutkan akan ada transaksi narkoba yang cukup besar diantar dari jaringan Aceh-Medan.
“Berkat laporan dari masyarakat, kita berhasil mengagalkan peredaran narkoba tersebut dari seorang kurir HS,” ujarnya.
Diakui Jhon, kalau tersangka HS ini merupakan seorang kurir yang ditugaskan oleh B yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) warga 8 Ulu Palembang yang merupakan pemilik barang.
“Dari pengakuan HS kalau ia sudah dua kali mengantarkan barang tersebut atas perintah B. Pertama tak sebanyak ini hanya paket-paketan. Kedua kita berhasil menangkapnya. Kita masih melakukan pengejaran terhadap pemilik barang tersebut. Namun B belum bisa kita tangkap karena sudah kabur keluar Palembang,” ungkapnya.
Sementara Hendra Saputra mengaku, kalau dirinya mendapat perintah dari B untuk mengantarkan sabu tersebut kepada seseorang dengan iming upah cukup besar.
“Belum tau Pak, berapa upah yang akan saya terima. Karena saya terlebih dahulu ketangkap oleh petugas,” ujarnya.
Diakuinya, dirinya sudah melakukan pekerjaan mengantar narkoba sebanyak dua kali. “Sudah dua kali, pertama mengantarkan hanya paket-paketan, mendapat upah Rp 10,5 juta. Saya terpaksa melakukan karena tidak memiliki pekerjaan,” pungkasnya. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses