Menjerit, Terpaksa Beli Pertamax

Menjerit, Terpaksa Beli Pertamax
Posted by:

*Stok Premium dan Pertalite Kosong
BANYUASIN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Banyuasin, sejak sepekan terakhir kosong, terutama BBM jenis Premium dan Pertalite, untuk itu masyarakat menjerit, lantaran terpaksa membeli BBM jenis Pertamax yang harganya lebih tinggi.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah pengendara baik Roda 2 dan Roda 4, terpaksa mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pangkalan Balai, Banyuasin, karena stok BBM jenis Premium dan Pertalite kosong sejak sepekan terakhir. “Habis mas pertalite dan premium, jadi terpaksa kita membeli pertamax yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan pertalite dan premium. Saya gak abis pikir kenapa kedua jenis bensin ini mengalami kelangkaan,” kata Solimin, warga Pangkalan Balai saat sedang mengisi BBM, Senin (7/5/18).
Kata dia harga pertamax sangat mahal yakni mencapai Rp 10 ribu, beda dengan premium yang hanya Rp 6.000. Dia berharap SPBU Pangkalan Balai tidak menghilangkan premium sebab di Pangkalan Balai mayoritas masyarakat golongan menengah. “Dari informasi yang kami dapat kelangkaan BBM jenis pertelite dan premium ini sudah sejak tiga hari terakhir. Dari informasi yang kami terima bahwa dari hari Sabtu yang lalu sudah tidak menjual premium,” ujar dia.
Sementara itu, pengawas SPBU Pangkalan Balai Anang memberikan sanggahan beredarnya isu kelangkaan BBM jenis premium dan pertamax. Kata dia, kelangkaan bukan karena tidak ada stok melainkan karena terlambatnya pengiriman dari pertamina. “Tidak langka, kalau langka itu kan tidak ada lagi stoknya di pertamina. Sebab kita setiap hari selalu mendapat jatah stok bensin premium 8.000 liter perhari, pertalite 8.000 perhari dan solar 16.000 perhari,” sanggah dia.Dijelaskannya, untuk harga pertalite sempat naik Rp 200, dari Rp 7.800 menjadi Rp 8.000. untuk harga solar Rp 5150, pertamax 9000 premium Rp 6450. “Untuk hari ini (kemarin, red) baru solar yang masuk, sementara premium dan pertalite masih dalam pengiriman,” pungkas dia. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses