Menjual Berbagai Barang untuk Ziarah

Menjual Berbagai Barang untuk Ziarah
Posted by:

PALEMBANG – Pedagang kembang di Pasar Tradisional tentu tidak banyak ditemukan. Pasalnya penjual kembang hanya bisa ditemukan di sekitaran pemakaman, namun tidak di pasar Cinde dimana ada salah satu pedagang masih tetap setia beraneka macam barang untuk keperluan ziarah. Dimana jelang hari Ramadhan pedagang kembang meraup keuntungan dua kali lipat.
Pedagang kembang di pasar cinde, Ibu Rus mengatakan dirinya sudah puluhan tahun berjualan kembang ini. “Umumnya mereka peziarah dan pedagang kembang eceran,” katanya.
Ziarah kubur sudah dilakukan sejak dulu oleh umat muslim Indonesia, menyambut bulan puasa Ramadhan, tidak terkecuali bagi warga Kota Palembang. “Memang dihari itu tingginya lonjakan pembeli. Namun untuk sekarang tidak terlalu ramai, kadang ada beberapa pembeli saja datang untuk membeli beberapa kembang dan guci,” jelasnya.
Banyaknya pembeli kembang mempengaruhi penghasilannya. Harga kembang diambil pada kisaran Rp 5.000 – Rp 10.000 per bungkusnya. “Jika sedang ramai ziarah, dagangannya ini terjual sampai Rp 300 ribu – Rp 400 ribu per hari, kalau sekarang mau modal kembali saja agak lama,” ungkapnya.
Barang-barang ini didapat dari pasar Jakabaring, sedangkan sebagian barang didapatkan dari pengrajin dan pengepul. “Saya berharap pemerintah bisa melihat nasib para pedagang pasar, sebab dengan kebutuhan yang semakin naik seperti minyak tentu akan menjadikan harga ikut naik. Belum lagi dagangan hanya ramai saat ziarah saja, kalau bisa pemerintah harus menjaga harga minyak sekarang,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses