Merasa Didiskriminasi, Calon Independen Intrupsi

Merasa Didiskriminasi, Calon Independen Intrupsi
Posted by:

LUBUKLINGGAU –
Tahapan pengundian nomor urut calon walikota dan wakil walikota Lubuklinggau, Selasa (13/2/18), sudah dilakukan. Namun saat acara pembukaan berlangsung, calon independen melakukan intrupsi, karena merasa didiskriminasi atau diperlakukan tidak adil.
Pasalnya saat pembawa acara memperkenalkan calon petahana, bukan hanya nama pasangan calon petahana saja yang disebutkan. Namun lengkap dengan riwayat pendidikannya. Setelah itu barulah pendukungnya diminta untuk menyebutkan yel-yel nya. Sedangkan calon lain hanya disebut nama dan gelar termasuk calon independen.
Merasa tidak diperlakukan sama, calon walikota independen, H Toyeb Rakembang, langsung berdiri dan meminta pendukungnya menunda menyebutkan yel-yel. “Nanti dulu, tolong bacakan dulu seluruh riwayat pendidikan kami,” pinta Toyeb kepada pembawa acara.
Setelah permintaan dari calon independen dipenuhi oleh pembawa acara, barulah pendukung Toyeb, menyebutkan yel-yel mereka. Kemudian rangkaian kembali dilanjutkan.
Komisioner Panwaslu, Bahusin, menanggapi adanya indikasi perlakuan diskriminasi terhadap calon dalam acara itu, menyatakan bahwa kedepan pihaknya akan memberikan masukan kepada KPU agar dalam setiap acara untuk mengingatkan pembawa acara, agar tidak ada calon yang merasa didiskriminasi.
“Kalau memang nama saja disebutkan, semuanya calon disebutkan nama saja, kalau satu calon disebut lengkap dengan titel, riwayat pendidikan dan organisasi, maka calon lain juga harus dibaca atau disebutkan,” kata Bahusin.
Tetapi, lanjut Bahusin, apa yang terjadi dalam pembukaan acara pengundian nomor urut tadi (kemarin), dirinya yakin bahwa itu tidak ada unsur kesengajaan dari KPU, melainkan kelalaian dari pembawa acara. “Secara pribadi saya yakin ini tidak ada unsur kesengajaan dari KPU, tetapi kemungkinan kelalaian dari pembawa acara,” tutur Bahusin.
Terpisah, Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri (Eef), mengatakan bahwa KPU Kota Lubuklinggau, selaku penyelenggara pilakada, tetap memperlakukan semua calon sama dan mengedepankan azas keadilan. Yang terjadi saat pengundian nomor urut, itu hanya kelalaian dari pembawa acara. “Mungkin MC nya tadi lupa, atau kertasnya terpisah sehingga tidak dibaca, karena semua data calon sudah di serahkan dengan pembawa acara,” jelas Eef.
Sementara itu, dari hasil pengundian nomor urut calon independen, H Toyeb Rakembang-Sofyan (TOS), mendapat nomor urut satu sebagai peserta pemilihan walikota dan wakil walikota Lubuklinggau. Sedangkan nomor dua menjadi nomor urut yang didapat oleh pasangan calon petahana H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (Nansuko).
Sementara pasangan calon H Rustam Effendi-Riezky Aprilia (RR) mendapat nomor urut tiga. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses