Meresahkan, Pol PP Geruduk Gudang Kayu Ilegal

Meresahkan, Pol PP Geruduk Gudang Kayu Ilegal
Dedi Harapan dan anggotanya saat berbincang dengan warga Lorong Harapan RT 13/03 Kelurahan AAL, Senin (31/07) siang.
Posted by:

Palembang Pos-
Pol PP kota Palembang mulai bersikap tegas terhadap keberadaan gudang kayu ilegal meresahkan warga di RT 13/03 jalan Taman Murni Lorong Harapan Kelurahan Alang-alang Lebar (AAL) Kecamatan AAL, Senin (31/07) siang. Tindakan agresif Pol PP ini sebagai tindak lanjut dari laporan warga setempat.

Kabid Penegakan Hukum Dedi Harapan menyatakan, pihaknya telah mendapat laporan lengkap mengenai keluhan warga. “Kita sudah mengecek lapangan, dan akan memproses penegakan hukum,” katanya.
Dijelaskan Dedi, setiap laporan dari masyarakat pasti akan ditindaklanjuti, baik itu melalui mediasi atau penegakan hukum sesuai Peraturan Daerah (Perda). Gebrakan yang dilakukan Pol PP Kota Palembang ini memang sangat ditunggu-tunggu warga setempat.

Bagas, warga setempat, menekankan ketidaksukaannya terhadap gudang kayu illegal itu. “Saya terganggu, berisik tidak bisa istirahat. Menurut saya harus pindah dari sini, cari tempat lain saja,” imbuhnya.

Senada disampaikan Berlian, warga setempat lainnya, dari pagi, siang, dan sore, keluarganya terganggu. “Saya punya anak kecil butuh istirahat, pokoknya terasa terganggu, suara mobil keras dan bising bongkar muat kayu,” keluhnya.
Tidak jauh beda disuarakan Widyastuti, warga setempat lainnya. “Kami mau istirahat, suara bongkar muat kayu dan suara kendaraan sangat mengganggu. Selain itu jalan bisa rusak dan becek. Ini bukan tempat usaha, tapi pemukiman warga untuk istirahat. Solusinya harus pindah,” bebernya.

Sikap tegas ini merupakan kelanjutan berdasarkan notulen rapat Lurah AAL tertanggal 20 Maret 2017, gudang ini tidak memiliki izin dari pihak kelurahan Alang-alang Lebar. Pol PP Palembang juga telah mendapat data baru berupa penolakan terhadap gudang kayu itu dengan sebuah surat dengan tanda tangan sejumlah warga sekitar serta ketua RT setempat.

Pantauan wartawan di lokasi, gudang kayu tersebut berada di sebuah lahan kosong milik Idris. Lahan tersebut disewakan kepada Slamet, pemilik Depot Kayu Doa Ibu II. Oleh Slamet, lahan itu dijadikan gudang penampungan sementara kayu miliknya. (kie)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses