Minta Tersangka Dihukum Berat

Minta Tersangka Dihukum Berat
Posted by:

INDRALAYA – Kasus kematian Rita (38), warga Perumahan Bhakti Guna, Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Inderalaya, OI, masih menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarganya, terutama bagi suaminya Amrullah (41), dan ketiga anaknya Imam (17), Ica (15), dan Adam (12). “Memang semuanya sudah terjadi, tapi supaya arwah almarhumah lebih tenang dialamnya, kami minta tersangka pembunuhan ini dihukum berat sesuai perbuatannya,” harap Amrullah, didampingi putrinya Ica dengan nada sedih.
Amrullah menilai perbuatan tersangka Drs Dedi Albakri MM (51), dengan menganiaya istrinya hingga tewas, sangat tidak manusiawi, dan pantas mendapatkan hukuman yang setimpal.
”Ini benar-benar diluar batas kemanusiaan, masak korban dipukuli menggunakan sepotong besi hingga tewas,” katanya.
Amrullah yang sejak dari tahun 1996 mengabdi sebagai PNS guru di SMPN 3 Tulung Selapan, Kabupaten OKI ini, mengaku tidak ada firasat sedikitpun akan kematian istrinya. Dia kontak terakhir dengan istrinya, Jumat (14/2) pagi, atau sehari sebelum kematian korban. Saat kontak tersebut, istrinya mengatakan sudah membelikan sepatu untuk dirinya. ” Pa, aku sudah belikan kamu sepatu,” ungkap Amrullah menirukan percakapan istrinya saat kontak terakhir.
Padahal menurut Amrullah, pemberian seperti itu tidak pernah sama sekali dilakukan istrinya. Sepatu ini pemberian pertama dan terakhir dari istrinya. “Namun sampai sekarang aku belum liat sepatunya,” ungkap bapak tiga anak ini.
Selama ini lanjut Amrullah, tidak pernah ada cekcok rumah tangga, mereka termasuk keluarga yang bahagia, walaupun seminggu sekali baru pulang, karena jarak tempuh antara tempat kerja dengan lokasi tinggal terlalu jauh. Dengan anak-anak juga dekat, sekarang yang sulung Imam sudah kelas 2 SMA, yang nomor dua Ica kelas 3 SMP, dan yang bungsu Adam duduk kelas 6 SD.
Saat disinggung ada tanda-tanda kepergian korban, menurut Amrullah yang didampingi anak keduanya Ica, tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Dia juga tidak tahu kedekatan korban dengan tersangka. “Saya hanya mengenal nama saja dengan pelaku yang sudah diamankan di Polres sekarang, tapi belum pernah ketemu,” akunya.
Memang diakui Amrullah, istrinya termasuk sosok wanita periang, sementara dirinya pendiam. Amrullah mengaku waktu dihubungi polisi, Sabtu (15/2), sekitar pukul 17.00 WIB, ia langsung pulang, dan tiba di Inderalaya pukul 20.00 WIB. Malam itu juga ia berangkat ke RSMH Palembang, untuk memastikan dan melihat dari dekat jasad sang istri.
Waktu melihat dari dekat serta meyakini kalau yang terbujur kaku tersebut memang benar istrinya, setelah itu pulang kembali ke Inderalaya. Keesokan harinya, Minggu (16/2) pagi, beserta anaknya kembali meluncur ke RSMH Palembang, untuk menjemput jasad istrinya yang sudah diotopsi.
Seperti diberitakan, Mayat Rita yang awalnya belum dikenali identitasnya itu, ditemukan mengapung di pinggiran Sungai Ogan, Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat, OI, Sabtu
(15/2), sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika ditemukan, korban Rita mengenakan celana panjang jeans hitam, manset hitam dan atasan bermotif bunga-bunga merah.
Jenazah korban pertama kali ditemukan saksi Bambang  (25), warga Lubuk Keliat, Kecamatan Lubuk Keliat, yang hendak mencari ikan ke sungai. Setelah dievakuasi dan diotopsi, barulah diketahui identitas korban, hingga akhirnya terungkaplah kasus pembunuhan itu. Lantas, Senin (17/02), diketahui kalau pelaku pembunuhan itu Drs Dedi Albakri MM, yang juga menjabat Sekretaris KPU OI, yang memang sudah ditangkap polisi. (din)

 

Caption: Amrullah (suami Rita), didampingi putrinya Ica, ketika ditemui wartawan. ( Foto usuluddin/Palembang Pos)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses