Miris dan Khawatir

Miris dan Khawatir
Ilustrasi. (Dok Palembang Pos)
Posted by:

KASUS Pemerkosaan, pencabulan dan kekerasan terhadap perempuan yang marak baik lokal maupun nasional akhir-akhir ini, membuat masyarakat miris sekaligus prihatin. Kondisi ini tak pelak, membuat banyak orang tua khusunya ibu yang takut meninggalkan anak seorang diri.
Seperti yang diungkapkan Henny, ibu rumah tangga yang beralamat di Sukarami menuturkan, kegiatan sehari-hari dirinya sebagai seorang guru di sekolah menyita waktunya cukup lama. Kondisi tersebut kata Henny, anaknya terpaksa dititipkan ke rumah orang tua.
“Awalnya saya menitipkan anak dipenitipan anak, namun kekhawatiran saya begitu besar meskipun keselamatan terjamin. Akhirnya saya memilih untuk menitipkan ke orangtua. Saya sangat khawatir terhadap kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap saat ini maka terhadap over protec ,” tuturnya.
Menurut dia, kasus kekerasan seksual hingga kekerasan fisik yang banyak diberitakan menjadi pelajaran penting bagi setiap orang tua. “Kesan membatasi menjadi langkah bagi kami,” tuturnya.
Senada diungkapkan Martin, warga Sukawinatan yang berprofesi sebagai Anggota TNI ini menyatakan, dia lebih disiplin untuk menjaga keselamatan anak. Namun tidak juga mengekang anak untuk berekspresi.
“Saya harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar ojek langgan antar jemput sekolah. Karena kebiasaan kasus ini terjadi ketika anak berada diluar rumah pualng atau pergi sekolah, ataupun pergi kursus dan sebagainya, kebanyakan pelaku mencegat di jalan,” ujarnya.
Dia menyatakan, hal ini harus dipikirkan secara serius oleh kita semua sebagai orangtua. Mengenai pelaku pemerintah lebih tahu dan mengerti apa yang harus diperbuat terhadap pelaku kekerasan terhadap anak. “Banyak langkah untuk menghilangkan efek jerah. Kasus ini harus ditangai secara serius oleh pemrintah juga,” tandasnya.
Senada dikatakan Nurma, ibu rumah tangga lainnya yang merasa miris dan prihatin terhadap kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap anak. “Tentunya ini pelajaran bagi kita, bagaimana orang tua harus mengawasi perilaku dan pergaulan anaknya secara seksama dan berharap juga kepada polisi dan pemerintah dapat berlaku tegas melalui aturan untuk memberikan sanksi bagi pelaku kejahatan seksual.
Syarifuddin SH, angota DPRD Palembang Komisi I ikut memberikan perhatian serius terhadap kasus pemerkosaan, pencabulan dan kekerasan terhadap anak-anak. “Ini kejahatan luar biasa dan harus ditangani juga dengan luar biasa. Oleh karena yang perlu dilakukan adalah melakukan mencari dan mengantisipasi penyebabnya,” tandas anggota dewan dari Partai NasDem ini.
Syarifuddin menambahkan, penyebabnya antara lain maraknya minuman keras (Miras) yang beba dijual di pasaran, situs-situs porno yang masih bias diakses dan faktor didikan orang tua dan lingkungan sekitar. “Ini harus dicegah bersama terutama bagi orang tua dengan mengawasi pergaulan anaknya termasuk dalam penggunaan teknologi saat ini,” ucapnya.
Selain itu kata Syarifuddin, faktor lainnya tentu dengan tindakan tegas, peran ulama dan pemerintah melalui kebijakan dan aturan atau Perda untuk lebih maksimal. Sedangkan Gubernur Sumsel melalui Sekda, Mukti Sulaiman, mengaku prihatin dengan maraknya aksi pemerkosaan terhadap remaja perempuan di Sumsel saat ini. Supaya kejadian ini tak terulang kembali, Mukti menginginkan semua pihak supaya berperan aktif untuk melakukan pengawasan.
“Yang terpenting peran serta orang tua dalam mengawasi anak mereka, terutama dari pergaulan anak-anak mereka,” kata Mukti.Menindaklanjuti sejumlah kejadian pemerkosaan t erhadap anak, pihaknya akan memanggil semua pihak terkait untuk segera melaporkan hasil kerjanya selama ini. Hal tersebut sangat beralasan, mengingat ini menyangkut masa depan anak-anak khususnya anak perempuan yang menjadi korban.
“Setelah ini segera kita ajak rapat dari MUI, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta instansi terkait lainnya,” lanjut Mukti.Dalam hal ini lanjt Mukti, Pemprov Sumsel menginginkan supaya tindak pemerkosaan terhadap anak harus ditekan bahkan tidak boleh terulang kembali. Karena anak perempuan merupakan aset bangsa yang harus diselamatkan. (nik/rob/ety)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses