Mobil Pejabat OKU Ditabrak Lokomotif KA

Mobil Pejabat OKU Ditabrak Lokomotif KA
Mobil milik Asisten II Pemkab OKU yang ditabrak lokomotif KA. Foto eko/Palembang Pos
Posted by:

BATURAJA – Nahas dialami HA Zairani (57), warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Barat, OKU. Pasalnya, saat mau kondangan di tempat keluarganya di Kelurahan Air Gading, mobil dinas Nopol BG 1175 FZ milik Asisten II Pemkab OKU yang disopiri Okta Vianus, ditabrak lokomotif kereta api (KA) dengan nomor CC 2019902 yang datang dari arah Stasiun Baturaja menuju ke arah Stasiun Tiga Gajah.
Musibah itu terjadi, kemarin (7/1), sekitar pukul 20.00 WIB, di rel perlintasan kereta api di Jalan Komisaris Umar, Kelurahan Air Gading. Akibatnya, sopir pribadi Asisten II Pemkab OKU tersebut terpaksa dilarikan ke IGD RS Antonio Baturaja, karena mengalami luka cukup parah di kepala dan sekujur tubuhnya. Sementara mobil dinas yang dibawanya terseret 200 meter dari lokasi kejadian.
Menurut saksi mata Iwan (29), warga setempat, tabrakan itu mengagetkan warga yang sedang beristirahat, karena suaranya sangat keras. Tak hayal, ratusan warga berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian, sehingga membuat arus lalulintas sempat menjadi macet. Bahkan saking antusiasnya warga, beberapa acara hajatan yang digelar tak jauh di sekitar lokasi kejadian, sontak sepi, karena tamu undangan berhamburan ke TKP.
Kapolres OKU AKBP Dover Christian SIk MH, melalui Kapolsek Baturaja Barat AKP Yuliko Saputra SH, saat ditemui di lokasi kejadian, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun sopir yang membawa mobil dinas milil salah satu pejabat di lingkungan Pemkab setempat, yakni HA Zairani terpaksa dilarikan ke IGD RS Antonio Baturaja, karena kepalanya terluka.
“Korban tak sempat menyelamatkan diri saat mobil yang dibawanya ditabrak lokomotif KA milik PT Kereta Api Indonesia. Untung saja, lokomotif itu tidak menggandeng babaranjang atau gerbong penumpang, sehingga tabrakannya tak terlalu kuat,” ungkap Yuliko.

#6 Luring, 2 Opname
Sementara itu, terkait tabrakan truk TNI dari Yon Zikon 12 Langkan, dan dua unit mobil pribadi, di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 29 Desa Lalang, Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Rabu (06/1), pukul 19.30 WIB, dipastikan tak memakan korban jiwa.
Hal tersebut diungkapkan Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Arh Saeful Mukti Ginanjar, yang mengaku benar adanya kecelakaan yang menyebabkan beberapa kendaraan dinas dan sipil ada rusak. “Memang ada kecelakaan dari Yonzikon 12, tetapi anggota maupun pengemudi avanza hanya luka luka ringan. Kendaraan ada bagian yang penyok, karena serempetan,” ujarnya, Kamis (07/01).
Menurut Saeful, dirinya tidak mengetahui secara detail kronologis kecelakaan jajarannya tersebut, dan hanya mengetahui sepintas di lapangan. “Biasa lagi konvoi, kendaraan ambil kanan, kemudian serempetan dan tidak ada yang luka parah,” bebernya.
Ditambahkan Saeful, anggota TNI tersebut sebelumnya dari latihan di Jakabaring, dalam rangka mempersiapkan puncak HUT Kodam II/Sriwijaya ke-70, pada 9 Januari mendatang. Namun, ketika hendak pulang mengalami nasib nahas. Kendaraan yang ditumpangi mengalami kecelakaan.
“Mereka dari latihan di Jakabaring, soal jumlah yang luka secara persis tidak tahu, hanya serempetan dan luka ringan. Dipastikan, nantinya mereka akan kembali latihan besok (hari ini,red) di Jakabaring lagi,” tandasnya.
Dalam peristiwa itu sendiri, dipastikan Mukti, korban yang luka-luka sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat, sementara untuk penyelesaian kecelakaan kendaraan sudah dilakukan perdamaian. “Keseluruhan persoalan, telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh komandan satuan dan pemilik kendaraan yang terlibat kecelakaan,” terangnya.
Menurut informasi di lapangan, korban yang dilarikan ke rumah sakit sekitar 8 orang, baik dari anggota TNI dan sipil termasuk pengendara Mobil Mitsubishi Triton berwarna merah Nopol BG 960 AS dan Toyota Avanza berwarna silver Nopol BG 1275 PU. Namun karena luka tak terlalu parah, enam orang di perbolehkan pulang, sementara dua orang lagi yang diketahui adalah anggota TNI masih menjalani perawatan medis secara intensif di RS AK Gani, usai dirujuk dari RS Myria.
Pantauan Palembang Pos, nampak dua korban yang masih dirawat tersebut masih terbaring lemah akibat mengalami benturan keras di kepala, hingga saat ini harus ditangani secara serius oleh petugas medis rumah sakit AK Gani Palembang. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses