Momentum Menarik Minat Wisatawan

Momentum Menarik Minat Wisatawan
Posted by:

PALEMBANG – Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan melintasi Palembang pada 9 Maret nanti, bisa dijadikan sebagai momentum untuk menarik wisatawan sebanyak-banyaknya ke Palembang. Terbukti, saat ini sudah ada 12 negara yang telah konfirmasi untuk berkunjung ke Palembang guna menyaksikan secara langsung GMT.
“Seperti dari Amerika, Jerman, Jepang, Belanda, Belgia, Singapura, Malaysia, dan dari berbagai negara lainnya yang sudah booking hotel. Tidak hanya itu, GMT juga akan diliput oleh media-media nasional dan dunia,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga.
Ditambahkan Irene, untuk menyemarakkan Festival GMT yang dipusatkan di Jembatan Ampera pada 9 Maret mendatang, pihaknya telah menyediakan berbagai acara. Pada pukul 06.20 WIB, pada saat matahari terbit akan diiringi oleh permainan saxofone oleh artis saxofone dunia yang menandai dimulainya acara puncak perayaan Festival GMT. Kemudian, pada saat GMT tiba, akan ada pemukulan kentongan yang dilakukan oleh para pelaku budaya di Palembang dan pertunjukan drama mengenai mitos GMT tentang naga yang memakan matahari.
“Kita semarakkan GMT dengan suara kentongan yang sering dilakukan oleh masyarakat terdahulu dan pagelaran mitos GMT akan ada pertunjukkan yang menceritakan seekor naga yang memakan matahari,” lanjut Irene.
Kemudian, akan disediakan lima food truck di Benteng Kuto Besak (BKB), serta dua food truck di atas Jembatan Ampera yang menyediakan menu utama Mie Celor disertai dengan 1.500 kupon makan gratis.
“Karena GMT dapat menimbulkan hal yang tidak baik untuk mata, maka panitia akan membagikan 800 kacamata dan untuk menambah kenikmatan melihat pemandangan GMT akan disedikan food truck dengan menu utama Mie Celor sebagai makanan khas Palembang,” papar Irene.
Untuk diketahui, GMT akan terjadi pada pukul 07.20 WIB hingga pukul 07.22 WIB dengan durasi sekitar 1 menit 54 detik. Pemprov Sumsel benar-benar memanfaatkan momen langka ini untuk memanjakan masyarakat Sumsel Khususnya Palembang.
“Fenomena ini akan menjadi kenangan seumur hidup bagi yang menyaksikan, hanya terjadi 100 tahun sekali yang belum tentu kita dapat melihatnya lagi,” pungkasnya.
Sementara Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Djoko Prastowo mengungkapkan, pihaknya akan menutup jalan di Jembatan Ampera, baik dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Jakabaring maupun sebaliknya selama masyarakat menyaksikan fenomena gerhana matahari total (GMT).
“Paling lama kita tutup selama satu jam. Sebab, fenomena alam tersebut (GMT, Red) akan dipusatkan di Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak (BKB),” jelas dia saat ditemui di Mapolda Sumsel, Jumat (4/3).
Nah, untuk pengalihan rutenya, kata jenderal bintang dua ini, pihaknya sudah menyiapkan rute bagi pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat untuk melalui Jembatan Musi II.
“Ya, kita imbau kepada masyarakat untuk melalui jalur tersebut. Selain itu, petugas kepolisian juga akan kita terjunkan untuk menjaga dan mengamankan yaitu di Jembatan Ampera, BKB dan Jembatan Musi II,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Drs Widodo MPd berharap, seluruh sekolah untuk menyiapkan betul para pelajar agar bisa melaksanakan salat gerhana tersebut. “Khusus yang beragama Islam bisa melakukan salat gerhana, sedangkan bagi yang non muslim silahkan melaksanakan sesuai dengan kepercayaannya, intinya fenomena GMT bisa dijadikan sisi religius,” katanya.
Selain bisa menjadi sarana beribadah, siswa juga dapat memanfaatkan GMT untuk menambah pengetahuan. Khususnya, dalan mengamati dan observasi berdasarkan scientific. Hal ini bisa dilakukan menggunakan teropong sederhana ataupun juga teropong khusus gerhana.
“Nanti kita juga akan meminta pihak graha teknologi sebagai pendamping dan pemberi pengetahuan kepada setiap siswa ketika melakukan pengamatan. Serta nantinya juga, pihak Lapan juga akan memberikab informasi akan GMT tersebut,” bebernya.
Ketua MUI Kota Palembang, Drs Saim Marhadan mengatakan, mengenai munculnya GMT seharusnya manusia itu menyadari kekuasaan Allah SWT.
“Ini sebagai tanda kebesaran Allah. Semoga ini bisa meningkatkan keimanan kita. Saya imbau, saat muncul gerhana matahari salatlah dengan khusuk, jangan sampai salah kaprah dengan melakukan kegiatan yang tidak ada manfaatnya,” pungkasnya. (ety/cw02/vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses