Mulai Lobi, Masih Malu-malu (Proses Pemilihan Wawako)

Mulai Lobi, Masih Malu-malu (Proses Pemilihan Wawako)
nggota DPRD Palembang saat mengikuti sidang Paripurna yang salah satunya membahas soal tatib teknis pelaksanaan Pemilihan Wawako, beberapa waktu lalu. Foto dok
Posted by:

PROSES pemilihan wakil wali kota Palembang untuk mendampingi Wali kota, H Harnojoyo sudah dimulai. Itu ditandai dengan dengan pembentukan panitia pemilihan (Panlih) yang dilakukan DPRD Palembang, Rabu (13/4). Keanggotaan Panlih diambil dari setiap fraksi yang ada di DPRD Palembang, dengan jumlah total 19 orang.
Selanjutnya, DPRD Palembang kini tinggal menunggu rekomendasi kedua dari Pemprov Sumsel terkait payung hukum atau dasar teknis pemilihan wakil walikota (Wawako) dari hasil konsultasi ke Kemenagri. Hasil konsultasi tersebut, Kemendagri melalui Biro Otonomi Daerah menyarankan agar DPRD Palembang menggunakan dasar hukum PP 49/2008.
Artinya mekanisme yang akan dipakai Parpol pengusung mengusulkan nama calon wawako ke Wako dan Wako akan mengeluarkan 2 nama calon Wawako ke DPRD Palembang melalui Panitia Pemilih (Panlih), untuk kemudian akan dilakukan pemilihan. Dengan telah dimulainya proses Pemilhan Wawako, hawa dan suasana di DPRD Palembang sendiri mulai terlihat.
Walaupun kesannya masih malu-malu dan terkesan menutupi, namun lobi-lobi politik dan pendekatan antar anggota terutama anggota fraksi sudah terlihat. Bahkan sejumlah anggota dewan sudah ada yang mengisyaratkan dukungan ke salah satu calon. Maklum, saja karena seluruh anggota DPRD Palembang yang berjumlah 50 orang mempunyai memilih dalam pemilihan Wawako nantinya.
Adapun komposisi fraksi di DPRD Palembang sebanyak 8 fraksi dengan komposisi keanggotaan Fraksi Keadilan persatuan sebanyak 5 orang, Fraksi Hanura, PAN dan Bulan Bintang (HABB) sebanyak 8 orang, Fraksi NasDem 5 orang, Gerindra 5 orang, Fraksi PDI P 9 orang, Fraksi Golkar 6 orang, 
Fraksi PKB 5 orang, Fraksi Demokrat 7 orang.
Sementara sejauh ini, para calon Wawako yang sudah diusulkan partai pengusung ke Wali Kota Palembang, H Harnojoyo sebanyak 4 nama, yakni dari PAN Yudhi Parola Bram, lalu Yudha Rinaldi diusulkan PDI Perjuangan (PDI-P), dan Fitrianti Agustinda serta Suhaili yang diusulkan PKS dan PPP.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Palembang, Sri Wahyuni saat dimintai tanggapannya terkait nama-nama calon wawako yang sudah ada di tangan wako menegaskan, pihaknya belum ada sikap. Apalagi partai belum juga menentukan nama calon yang akan didukung.
Dikatakannya, proses pemberian dukungan tidak hanya dari suara DPC saja harus melalui proses yang melibatkan DPP. “Kita masih akan berkoordinasi dengan DPD Sumsel dengan restu dari DPP Pusat (terkait dukungan ke calon wawako,Red),” ujarnya. Setelah proses rapat fraksi lanjut Sri, akan dilanjutkan rapat DPC Kota Palembang dan DPD Sumsel. “Selanjutnya baru di koordinasikan dengan DPP,” katanya.
Disinggung soal isu yang berkembang, Partai Gerindra sudah menjatuhkan pilihan kepada Fitrianti Agustinda (ketua Komisi II, Fraksi PDI-Perjuangan), “Hal itu tidak benar. Nggak ada, kita belum menentukan sikap. Yang jelas Wawako harus samo visi misinya dengan Wali kota Palembang,” tandasnya.
Gerindra sendiri sambung Sri,  mendorong agar pemilihan Wawako cepat dilaksanakan, sehingga roda pemerintahan berjalan lebih efektif. Senada dikatakan Ketua Fraksi Gerindra, Jon Harno yang mengatakan, pihaknya masih menunggu putusan pimpinan partai.
“Soal dukungan kami menunggu dan berdasarkan instruksi DPD dan DPP Gerindra,” tegasnya. Sedangkan Ketua Fraksi PDI P, Aidil Adhara mengatakan, sikap PDIP tetap mengusulkan Yudha Rinaldi (Cawawako,Red). “Kami tidak berubah. Soal lobi dan komunikasi, setiap hari kita berkomunikasi,” ucapnya singkat.
Sedangkan anggota Fraksi PKS, Momok Sebagia Rahmat membenarkan, pihaknya mengusulkan Fitrianti Agustinda dan dan Suhaili ke Wako. “Usulan ini dari arahan dari DPP PKS,” jawabnya. Terkait lobi-lobi politik, dikatakan Momok itu wajar-wajar saja dalam politik. “Itu bagian dari membangun komunikasi,” ujarnya.
Sementara Kgs Ishak Yasin dari PAN yang tergabung dalam fraksi HABB mengatakan, pihaknya tetap yakin dan tak berubah untuk mengusulkan Yudhi Parola Bram. “Tentu akan kita perjuangkan,” ucapnya. Sebelumnya, hal itu ditegaskan Ketua DPP PAN Hafisz Tohir yang mengatakan, kader partai wajib untuk mengikuti apapun intruksi partai.
“Karena untuk wawako Palembang, PAN telah memutuskan Yudi F Bram sebagai wakil PAN, maka saya yakin itu adalah keputusan yang terbaik dan harus didukung,” ujar A Hafisz Tohir saat melakukan reses ke Palembang beberapa waktu lalu.Sedangkan Politisi Nasdem, Hardi, menisyaratkan partainya akan merapat partai koalisi.”Sudah ada arahnya, tapi saya tidak kompeten menjawab itu,” ucapnya.
Dari pantauan dan informasi dari sumber, sedikitnya sudah ada 5 partai yang siap mendukung dan memenangkan Fitrianti Agustinda. Yakni, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PPP dan PKS. Sedangkan Fitrianti Agustinda saat dimintai tanggapannya terkait pengajuan nama dirinya oleh PKS dan PPP bersama Suhaili sebagai calon Wawako ke Wali kota, masih enggan berkomentar.
“Nantilah ya, saya belum ada tanggapan. Nanti dulu. Yang jelas prosesnya masih panjang. Apa yang menjadi usulan partai, apapun yang jadi tugas partai, harus siap. Tapi soal itu (pengajuan nama oleh PKS dan PPP,Red) nantilah ya,” singkat politisi asal PDI Perjuangan ini, saat ditemui usai Paripurna Rabu (13/4).
Sedangkan Partai Demokrat hingga saat ini belum mengajukan nama calon wakil walikota Palembang untuk mendampingi Harno Joyo. Partai berlambang mercy ini masih melakukan pertimbangan-pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
“Hingga kini kami belum memastikan apakah akan mengajukan nama calon pendamping Walikota Palembang Harnojoyo atau tidak. Untuk itu, kami maslh mempertimbangan berbagai faktor sebelum menentukan pilihan,” ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Palembang Anton Nurdin, belum lama ini.
Untuk masalah ini Anton mengaku masih menunggu keputusan DPP Partai Demokrat. Namun kata Anton, secara etika politik, dirinya berharap partai Demokrat tidak mengusulkan nama cawawako, karena Demokrat telah terwakili oleh H Harnojoyo yang telah dilantik menjadi walikota Palembang
Selanjutnya Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Giri Ramanda menegaskan, untuk masalah Wakil Wali Kota Palembang, PDI P tetap mengusulkan satu nama, yakni Yudha Rinaldi. Meskipun dalam aturan, partai politik pengusung yang berhasil memenangkan pasangan Romi Herton – Harnojoyo sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota, boleh mengusung lebih dari satu nama.
“Sampai sekarang DPP tetap mengusung satu nama, dan itu adalah Yudha Rinaldi. Kami mempercayakan semuanya kepada DPRD Kota Palembang untuk proses pemilihan Wakil Wali Kota. Dan PDIP tidak melakukan deal politik untuk mempertahankan kursi Palembang dua, meskipun itu seharusnya menjadi hak PDIP,” tegasnya.
Mengenai dicalonkannya Fitrianti Agustinda dari dua partai lain, Giri tidak mempermasalahkan. Baginya, itu adalah hak dari partai lain, dan individu Fitrianti untuk siap dicalonkan oleh partai lain. Yang jelas dari PDIP mengusung satu nama, yakni Yudha Rinaldi.
“Mungkin PKS dan PPP memiliki kriteria sendiri dengan mengusulkan nama Fitrianti Agustinda. Kami mempersilakan hal tersebut, karena hak mereka untuk mencalonkan siapa,” imbuhnya.
Lalu bagaimana dengan nasib Fitrianti Agustinda yang merupakan kader PDIP namun dicalonkan partai lain ? Giri mengaku, sampai saat ini pihaknya belum dapat menentukan apa sanksinya.
“Ya, kan sekarang prosesnya belum. Baru pengusulan nama. Belum sampai yang pengesahan sebagai calon. Jadi, kami masih menunggu keputusan pusat juga. Jikapun nanti Fitrianti Agustinda benar dicalonkan sebagai Wakil Wali Kota, maka DPP yang akan memutuskan,” ujarnya.
Sementara itu Pengamat politik yang juga Akademisi Sumsel, Prof Alfitri menilai, orang yang dibutuhkan Harno untuk membangun Palembang adalah seorang konseptor yang cerdas dengan kemampuan managemen yang baik.
“Kalau melihat dari pribadi Pak Harno dan apa yang telah dilakukannya selama ini, terlihat jelas kalau beliau adalah orang lapangan, sehingga dia membutuhkan pendamping seorang konseptor yang cerdas dengan managemen yang baik,” ujar Alfitri.
Apalagi, lanjutnya, kedepan Palembang akan menjadi pusat sejumlah event bertaraf nasional bahkan internasional, sehingga untuk menyukseskan semua itu dibutuhkan pemimpin dan pasangan yang benar-benar cerdas, dan bisa membaca apa saja yang dibutuhkan dan biasnya even yang diselenggarakan tidak hanya sukses, tapi juga memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.
Disinggung soal politik balas budi, terkait masuknya nama adik Romi Herton (Fitrianti Agustinda) sebagai salah satu kandidat calon yang diusulkan, Alfitri mengatakan, kemungkinan itu sangat kuat, namun itu tidak perlu dipersoalkan, selama sesuai yang dibutuhkan.
“Saya rasa tidak ada masalah bila Harno melakukan politik balas budi, asalkan yang bersangkutan mempunyai kreteria dan kemampuan sesuai yang dibutuhkan,” katanya. Terkait pemilihan wawako ini, Alfitri mengatakan, kalau sistem yang digunakan saat ini sangat tepat, karena sebagai orang yang akan menggunakan Wawako, maka Wako mempunyai hak untuk menentukan siapa saja orang yang bisa bekerjasama dengan dirinya.
“Saya harap Pak harno maupun anggota dewan dapat mengedepankan kepentingan masyarakat dan pembangunan Kota Palembang dalam memilih calon Wawako,” pungkas Alfitri.(rob/ika/del)

Nama Calon Wawako yang
Sudah Diusulkan ke Wako
1. Yudhi Parola Bram (dari Partai Amanat Nasional (PAN)
2. Yudha Rinaldi (PDI Perjuangan)
3. Fitrianti Agustinda (PKS dan PPP)
4. Suhaili (PKS dan PPP)
Sumber : Wali Kota Palembang

Komposisi Anggota Fraksi di DPRD Palembang

1.Fraksi Keadilan persatuan 5
2.Fraksi Hanura, PAN dan Bulan Bintang 8
3. NasDem 5
4. Gerindra 5
5.PDI P 9
6. Golkar 6
7. PKB 5
8. Demokrat 7
Total 50 Orang

Sumber : DPRD Palembang

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses