Pengrusakan Murni Kriminal Biasa

Pengrusakan Murni Kriminal Biasa
Posted by:

Palembang – Rumah ibadah umat Katholik, Kapel Santo Zakariyah berlokasi di Dusun 2 Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir (OI), dirusak orang tak dikenal, Kamis (8/3/18) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.
Akibat pengrusakan, dinding kapel samping pintu depan yang terbuat dari batu jebol, sejumlah meja kursi hancur dan lemari kaca pecah.
 Insiden tersebut membuat seluruh aparat keamanan, mulai Kapolres OI, AKBP Gazali Ahmad dan jajarannya, Dandim 0402/OI-OKI, Letkol Inf Seprianizar SSos nampak berada di lokasi.
Karena informasi awal, ada gereja yang dibakar massa sehingga bisa menimbulkan konflik SARA.
 Informasi diperoleh dari warga, pengrusakan terjadi saat masyarakat sedang tertidur pulas.
Menurut saksi mata, ada empat sepeda motor yang ditumpangi 8 orang tak dikenal mendatangi kapel Katholik tersebut.
Lalu mereka menjebol dinding kapel yang diperkirakan menggunakan kapak, lalu merusak kursi dan meja serta lemari kaca.
Tak lama berselang muncul mobil truk mengangkut karet dan para pengrusak itu langsung kabur. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek terdekat.
 Salah seorang jamaat Katholik di Desa Mekar Sari, Petrus mengatakan, sebelum ada insiden itu dirinya diberitahu saudaranya yang rumahnya berdekatan dengan Kapel bahwa ada kejadian pengrusakan.
Saat Petrus datang ke lokasi, suasana sudah ramai sekitar pukul 02.00 WIB. “Saya kaget dengan kejadian ini, karena sejak Kapel itu berdiri sejak tahun 2000, tak pernah terjadi keributan dan kerukunan antar umat di sini berjalan damai,” ujarnya.
 Begitu juga yang disampaikan anggota DPRD Ogan ilir yang tinggal di Desa Mekar Sari, Ahmad Yadi.
Dikatakannya, selama ini tak pernah ada gejolak apa-apa, semua umat beragama berjalan rukun dan damai. Ini hanya perbuatan sekelompok orang saja, bukan SARA tapi kriminal biasa.
‘’Kita minta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dan segera menangkap pelakunya sehingga permasalahannya menjadi jelas,” pinta Ahmad Yadi.
 Sementara, Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad meyakini, insiden pengrusakan rumah ibadah Katholik di Desa Mekar Sari ini murni kriminal, bukan unsur SARA.
Sebab dibalik pengrusakan itu ada sejumlah barang yang dirusak, bahkan ada mesin air yang hilang.
“Kita sudah intrograsi sejumlah saksi di lapangan dan kesimpulan sementara kejadian ini murni kriminal. Kasus ini terus kita selidiki. Saat ini, petugas sedang mengejar pelaku. Mudah-mudahan segera tertangkap,” ujar Kapolres.
Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin saat diwawancarai di Griya Agung, Kamis (7/3/18),
mengatakan, kasus pengrusakan rumah ibadah umat kristen (Kapel) di Kabupaten OI, murni kasus kriminal.
“Pengrusakan Kapel Santo Zakaria yang dilakukan 6 oknum tak dikenal, Rabu (7/3/18) pukul 00.30 ini, murni kasus kriminal, tidak ada unsur SARA,” ujar Alex.
Kasus pengrusakan Kapel tersebut mendapat perhatian Kapolda Sumsel dan akan diusut tuntas oleh pihak kepolisian.
“Pak Kapolda sudah memberikan penjelasan dan telah melakukan pendalaman dan pengejaran. Akan kita usut tuntas hingga terungkap aktor dibalik semua ini dan hukuman memberikan efek jera,” ujar Alex.
Alex menjelaskan, sebenarnya di desa tersebut sangat kondusif. Hal ini ditandai dengan kehidupan warga yang rukun dan damai.
Kapel itu sendiri sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 2000 dan baru direnovasi tahun 2017 kemarin.
“Hal ini tidak perlu dibesar-besarkan, karena memang tidak menimbulkan gejolak berarti di kalangan masyarakat setempat. Mari kita redam, karena ini memang kejadian kriminal biasa. Saya pikir ini tidak akan berpengaruh pada Asian Games,” jelasnya. (cw05/din)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses