Musim Belum Selesai, Juve Kejar Coppa

Musim Belum Selesai, Juve Kejar Coppa
Paulo Dybala, salah satu pemain kunci Juventus memenangi gelar musim ini.
Posted by:

TURIN – Juventus sudah berhasil memenangi gelar scudetto di musim 2015-16. Gelar juara Liga Italia kelima beruntun. Keberhasilan menjuarai Serie A musim ini dirayakan dengan gegap gempita oleh skuat Juventus. Namun, perjalanan mereka belumlah selesai.
Bianconeri dipastikan menjadi juara Serie A 2015/2016 dengan tiga pekan tersisa. Kemenangan 2-1 atas Fiorentina, plus kekalahan 0-1 yang diterima Napoli dari AS Roma, membuat jarak Juventus dengan Napoli menjadi 12 poin dan tidak mungkin terkejar lagi. Juve di puncak klasemen dengan 85 angka dan Napoli mengumpulkan 73 poin.
”Seiring berjalannya waktu, kami menjadi tim yang amat solid dan para pemain berubah menjadi para juara,” ujar bek Juventus, Andrea Barzagli, kepada Mediaset.
Juventus meraih 15 kemenangan beruntun sejak pekan ke-11. Catatan impresif itu membantu mereka bangkit setelah sebelumnya menelan empat kekalahan dalam 10 pekan pertama. Bahkan diibaratkan Juve bangkit dari kematian.
Sempat ditahan imbang oleh Bologna satu kali, Juventus kemudian berlari lagi. Sembilan kemenangan beruntun mereka raih setelahnya, sampai akhirnya menjadi juara. Kini, setelah sukses menjuarai Serie A, masih ada satu lagi target yang ingin mereka gapai: Menjuarai Coppa Italia.
”Musim belum selesai, masih ada final Coppa Italia. Kami memang merayakan gelar juara (Serie A) ini, tapi kami juga fokus untuk mengangkat trofi lainnya,” kata Barzagli.
Juventus akan menghadapi AC Milan pada final yang akan dihelat pada 21 Mei 2016 di Olimpico, Roma. Musim lalu, Juventus menjadi juara Coppa Italia usai menang 2-1 atas Lazio lewat extra-time.
Soal prestasi gemilang Bianconeri musim ini, ada satu sosok yang paling sentral. Yakni sang kiper, sang kapten dan juga sang legenda : Gianluigi Buffon. Kiper veteran ini sangat menentukan perannya di kala timnya sedang terpuruk.
Namun dengan kepeminpinannya di lapangan, kesolidan tetap terjaga. Perlahan tapi pasti, Juve mampu mengatasi kesulitan. Wajar jika Buffon mengaku sangat puas dengan Scudetto yang diraihnya musim ini. Disebutnya titel itu yang paling indah di antara musim-musim yang lain.
”Beberapa pemain menyaksikan pertandingan di Roma. Saya harus mengakui saya tak terlalu tegang menunggu hasil pertandingan ini. Sebab, dengan tiga poin yang kami dapatkan di Florence, dari perhitungan, kami bisa menjadi juara meskipun pada laga terakhir,” kata Buffon seperti dikutip Football Italia.
”Dengan hasil yang kami raih ini cukup gila dan mengagumkan. Saya rasa ini Scudetto paling indah sejauh ini karena kami harus mendemonstrasikan kekuatan yang luar biasa,” akunya emosional.
”Ini sebuah kemenangan dari kohesi dan soliditas, dari tim sampai klub. Hasil ini menjadi hadiah yang memuaskan saya. Saat kami hanya ada di urutan kedua, di belakang Napoli, hasil itu sungguh mengecewakan dan harus kami hentikan. Kami bisa bernafas dengan hasil ini tapi kami tak ingin menurunkan klimaks ini,” ucap dia.
Pekan kemarin Serie A juga ditandai dengan terdegradasinya Hellas Verona ke Serie B musim depan. Kemenangan atas AC Milan tak cukup untuk menyelamatkan Verona. Kemenangan Carpi atas Empoli, memastikan Verona turun level.
Verona yang sebelumnya menjadi tim paling besar peluangnya terdegradasi, sempat menghidupkan asa untuk bertahan di Serie A dengan mengalahkan Milan, Senin (25/4) malam WIB. Sempat tertinggal lebih dulu, Verona akhirnya berbalik menang 2-1 atas Rossoneri lewat gol Luca Bigliardi di di masa injury time. Namun hasil tersebut kemudian menjadi sia-sia. (har/dbs)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses