Napi Tewas Dianiaya Oknum Sipir

Napi Tewas Dianiaya Oknum Sipir
Posted by:

PALEMBANG – Seorang narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Merah Mata, Kecamatan Kalidoni, Palembang bernama Bisan Azhari (43) sempat kritis tak sadarkan diri di ruang Intensif Care Unit (ICU) RSMH Palembang, sejak Kamis (15/03/18) siang. Akhirnya nyawanya tak tertolong lagi.
Bisan dinyatakan meninggal dunia, Selasa (20/03/18), sekitar pukul 21.30 WIB. Kematian Bisan membuat keluarga besarnya tak terima. Hilijah (42), istri korban, menilai kematian tersebut janggal. Rabu (20/03/18), dia melaporkan kasusnya ke Polda Sumsel, sebagaimana tertuang dalam LP/243/III/SPKT/Polda Sumsel.
Saat melapor Holijah didampingi Nani (50). Dia melaporkan oknum sipir berinisial Jon (34), dengan perkara pasal 354 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan menyebabkan orang mati.
Sebelum menghembuskan nafas, Azhari merupakan narapidana perkara narkotika telah diganjar selama 10 tahun penjara. Dia dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polda Sumsel pada 2014 yang silam.
Dikatakan Nani, ayuk korban, kematian adiknya yang semula sehat walafiat akibat dianiaya penjaga lapas. “Pernah Azhari cerita itu ada utang narkoba. Dari situlah terjadi penganiayaan. Hari ini (kemarin) kami laporkan untuk mengusut kejadian ini. Istrinya langsung yang melaporkan,” ujar Nani.
Sedangkan Holijah tampak berlinang air mata, selepas memberikan keterangan pemeriksaan. Dia mengatakan, seminggu sudah sang suami sekarat di RSMH Palembang. “Seminggu itulah nunggui suami aku di rumah sakit. Tidak bisa ngomong apa-apa lagi, tidak lagi bisa diajak bicara, ya tidak sadarkan diri,” ujarnya.
Seminggu sebelum kejadian, ditegaskan Holijah, saat suaminya di dalam tahanan memang mengeluhkan sudah sakit. “Tapi dia tidak mau cerita itu sama saya, takut jadi beban. Tapi ke ayuknya itu Nani, jadi ayuk ceritalah. Dia dianiaya di dalam oleh penjaga, karena ada hutang soal narkoba,” katanya kepada Palembang Pos.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara SIk menegaskan pihaknya saat ini tengah menindak lanjuti laporan warga atas meninggalnya warga binaan Lapas Merah Mata diduga akibat dianiaya.
“Ya kami lakukan penyelidikan, laporannya kan masuk. Namun sebelum dikebumikan akan diambil langkah pemeriksaan seperti visum autopsi untuk mengetahui ada semacam tanda kekerasan,” tanggap Zulkarnain.
Terpisah, Kepala Lapas Merah Mata Pargiono, menegaskan adanya insiden narapidana yang mengalami penganiayaan oleh petugas jaga atas nama Jon.
“Persoalan pemukulan itu diluar SOP, terjadi tanggal 17 Februari kemarin. Tindakan itu dilakukan seorang personel regu jaga. Atas insiden ini telah dibentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan. Untuk tindakan pelanggaran yang nantinya terbukti akan mendapat sangsi berat,” tukasnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses