Nasi Sudah Menjadi Bubur

Nasi Sudah Menjadi Bubur
Posted by:

 

Beras 4 Canting Bawa Petaka

Dipinta Uang Damai Rp 20 Juta

 

NASIB seorang bocah desa benar-benar tragis. Bocah berumur 15 tahun yang putus sekolah berinsial HT harus mendekam di bui karena mencuri beras 1

kilogram di rumah tetangganya. Pengadilan Negeri OKU Selatan menjatuhkan vonis 2 bulan kurungan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut HT dengan hukuman 4 bulan penjara.  Kini, HT  mendekam di balik jeruji besi Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Muaradua Kabupaten OKU Selatan.

Nasib HT benar-benar tragis. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Palu majelis hakim sudah diketuk. Suka atau tidak, HT harus mendekam di penjara atas perbuatannya. Semua pihak yang peduli terhadap anak di bawah umur langsung tersentak, setelah tahu HT divonis penjara selama dua bulan.

Namun, nasib malang yang menimpa HT ini ternyata mendapat perhatian banyak pihak, baik itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pemerintah hingga masyarakat umum. Di media sosial (medsos) Facebook banyak simpati yang ditujukan untuk HT.

Pasalnya aksi pencurian yang dilakukan oleh anak petani  dan hanya tamatan SD yang putus sekolah ketika SMP,  baru sekali  dilakukannya. Itupun hanya mencuri beras sebanyak 4 canting.

Ironisnya lagi, hukuman  didapat oleh HT setelah mediasi yang dilakukan pihak keluarga dengan  korban yang dirugikan menemui titik buntu. Sebab pihak korban meminta uang ganti rugi  Rp 20 juta kepada keluarga HT. Inilah penyebab akhirnya kasus ini terus berlanjut hingga ke pengadilan.

Ditemui di Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Muaradua, Hengki yang merupakan warga Dusun II jagaraga Kecamatan Buana Pemaca Kabupaten OKU Selatan ini menceritakan secara detail awal mula penangkapan terhadap dirinya.

Diceritakannya,  17 Juli 2018, sekitar pukul 09.00 WIB, dia mendatangi rumah korban. Setelah memastikan rumah dalam keadaan kosong, dia melakukan aksinya yakni memasuki rumah korban dengan memanjat kayu panjang yang tersandar di halaman belakang.

Setelah memanjat, dia naik ke genteng dan membuka 4 buah genteng rumah korban. Lalu, masuk ke dalam rumah. Pada saat itulah kemudian dirinya mengambil beras yang dimasukan ke dalam kantong kresek warna merah. Aksinyaa itu dipergoki oleh  pemilik rumah. HT langsung ditangkap dan digiring ke kantor polisi.

HT mengaku sangat menyesali perbuatan tersebut. Ia tak menyangka jika aksinya  dapat mengakibatkan  meringkuk di bui selama 2 bulan. Dengan wajah sedih dan penuh penyesalan, HT mengatakan baru sekali  mencuri dan yang  diambil  hanya 4 canting beras untuk sekadar membeli rokok.

“Aku nyesal nian, Kak. Kalu nak masuk penjara cak ini, dak mungkin aku nak maling beras sekilo itu,” tuturnya dengan wajah penuh penyesalan, seraya berjanji tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Robi Rahdito Dharma SH menyebutkan dari barang bukti (BB) yang didapat, HT memang telah melakukan pencurian beras seberat 1 kg dengan alasan untuk membeli rokok.

Tak hanya itu, Robi selaku JPU juga mengatakan jika sebelumnya telah dilakukan mediasi kepada kedua belah pihak agar masalah pencurian ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun untuk memberikan efek jera, Tajudin sebagai korban menuntut agar pihak keluarga HT mengganti kerugian  Rp20 juta.

“Berawal dari  inilah akhirnya kasus ini dibawa ke Pengadilan Negeri,” tuturnya. (res)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses