Ngaku Ormas, Pungli Truk Barang

Ngaku Ormas, Pungli Truk Barang
Posted by:

Prabumulih -Kepolisian Resor (Polres) Prabumulih melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 5 orang pelaku pungutan liar (pungli), yang kerap meresahkan sopir angkutan barang yang sedang bongkar muat.

Ironisnya, salah satu pelaku yang diamankan masih berstatus pelajar SMA berinsial AG (17), warga Jalan Arimbi Kelurahan Prabu Jaya.

Kemudian, 4 pelaku lainnya, Defri Firmansyah (30), warga Jalan Mayor Iskandar Kelurahan Mangga Besar (Mabes), Adi (31), warga Kelurahan Tugu Kecil, Dedi (30), dan Eko Saputra (34), keduanya merupakan Warga Jalan Arimbi Kelurahan Prabujaya Prabumulih.

Ke-5 pelaku tertangkap tangan saat tengah melakukan pungli disalah satu gudang milik toko sarana bangunan di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur tepatnya samping Bank Sumsel Babel cabang Prabumulih, kemarin siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil mendapatkan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1.150.000, diduga hasil pungli serta sejumlah karcis dan kwitansi dengan berbagai macam stempel ormas yang digunakan pelaku untuk melakukan penarikan retribusi keamanan.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SIk mengungkapkan, penangkapan bermula dari keresahan sejumlah sopir angkutan barang yang mengeluh banyaknya retribusi tak jelas alias pungutan liar yang dilakukan oknum mengaku dari organisasi kemasyarakatan (ormas).

Menindaklanjuti keluhan itu, sambung Kabag Ops, Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti memerintahkan untuk dilakukan penyelidikan.

“Kita bentuk tim gabungan dari Polres dan Polsek Prabumulih Timur, hasilnya ya itu tertangkap 5 pelaku pungli saat menjalankan aksinya,” tegas perwira jebolan Akpol sembari menuturkan, dirinya langsung memimpin OTT.

Dijelaskan mantan Kasat Lantas Polres Banyuasin ini, modus pelaku pungli membuntuti truk angkutan barang yang masuk kota. Selanjutnya, ketika truk parkir untuk bongkar muat, mereka langsung minta biaya keamanan dan parkir Rp10 ribu hingga Rp30 ribu.

“Sopir mengeluh karena banyaknya kelompok, sehingga sekali bongkar muat bisa mengeluarkan uang sampai Rp100 ribu,” ungkap Kompol Andi.
Andi menegaskan, pelaku pungli tersebut akan dijerat Pasal 504 ayat 1 KUHP tentang pengemis.

“Ancaman hukuman 3 bulan penjara,” tegasnya.
Dia menuturkan, sebelumnya sudah ada 4 orang pelaku pungli yang dijerat dan divonis pasal tersebut. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses