Niat Umroh Berujung ke Ranah Hukum

Niat Umroh Berujung ke Ranah Hukum
Kantor Al-Lail
Posted by:

NIAT ibadah umroh ke tanah suci 178 jamaah Majelis Taklim Al-Lail berujung ke ranah hukum. Al-Lail yang dituduh sebagai penyelenggara umrah, tak kunjung memberangkatkan ratusan jamaah ini. Padahal jadwal pemberangkatan yang dijanjikan, sudah lama berlalu. Bahkan, janji keberangkatan tinggal janji. Uang Rp 19,5 juta per jamaah, sebagai biaya keberangkatan pun sudah dibayar lunas.

Merasa sudah tidak mungkin penyelesaian dengan jalan kekeluargaan. Maka tujuh jamaah, sebagai perwakilan ratusan jamaah, Senin (6/11), mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lahat, didampingi LBH Lahat.

Mereka melaporkan Al-Lail, dengan dugaan penipuan. Al-Lail mengaku sebagai perpanjangan tangan PT First Anugerah Karya Wisata, atau dikenal First Travel (FT).

Padahal bukti pembayaran yang telah diberikan sejak dua tahun lalu. Sebab sebagian besar jamaah sudah membayar sejak dua tahun lalu, tidak menyebutkan nama FT.

Melainkan dalam bukti pembayaran yang diberikan menyebutkan Al-Lail. Begitu juga dengan penjelasan yang diberikan Al-Lail kepada jamaah, tidak perna menyebutkan pemberangkatan dilakukan FT.

“Sama sekali tidak dikasih tahu kalau akan diberangkatkan First Travel. Setelah ada kejadian ini, pengelola menyatakan sebagai perpanjangan tangan First Travel,” kata Tahrim (29), yang mewakili kakeknya, sebagai jamaah.

Atas ketidakjelasan itulah, jamaah merasa ada yang tidak beres. Apalagi saat diminta kejelasan, pengelola Al-Lail menyatakan, seluruh uang sudah disetor ke FT.

Padahal izin FT sebagai penyelenggara umrah, sudah dicabut Kementerian Agama (Kemenag), sejak biro perjalanan umrah itu, dilaporkan dengan tuduhan penipuan. Bahkan puluhan ribu jamaah, diduga jadi korban FT, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Awalnya, 178 jamaah ini dijadwalkan berangkat setelah Idul Fitri 1438 H. Namun, ada penawaran dari Al-Lail, bila ingin dipercepat, atau saat Ramadhan 1438 H, jamaah harus menambah biaya Rp 2,5 juta. Beberapa jamaah, menyanggupi.

Kenyataannya, pemberangkatan saat bulan puasa itu tidak jadi. “Sudah beberapa kali dijanjikan, terakhir bulan November ini, tidak jadi juga,” kata Aminuddin (72).

Upaya mencari solusi pun telah dilakukan berulang kali. Namun, janji pemberangkatan, seolah hanya upaya mengulur waktu. Merasa sudah tidak ada jalan keluar, jamaah sebenarnya telah mendatangi Mabes Polri, untuk melaporkan FT.

Sebab keterangan Al-Lail, yang bertanggungjawab merupakan FT. Namun, Mabes Polri menolak laporan itu, sebab tidak ada bukti FT terlibat.

Bukti-bukti yang dimiliki jamaah, hanya menyebutkan Al-Lail. Mulai dari bukti pembayaran hingga penjelasan dari Al-Lail, yang tidak perna menyebutkan FT, kepada jamaah, sebelum kejadian FT mencuat. “Yang 2017 saja belum berangkat, bagaimana jamaah 250 orang yang dijadwalkan berangkat tahun depan,” kata seorang jamaah yang memintah identitasnya hanya ditulis, Ibu Agung (38), sambil meneteskan air mata.

Menurut perempuan yang turut mendampingi jamaah melapor ke Polres Lahat ini, dirinya sudah menyetor uang Rp 34 juta. Sebab rencananya, dia bersama sang suami akan melaksanakan ibadah umrah, yang dijadwalkan Al-Lail berangkat tahun 2018 mendatang, bersama ratusan jamaan lain.

Akibat kejadian ini, bukan saja dirinya yang galau, ratusan jamaah yang sudah menyetor uang, yang diperkirakan mencapai Rp 8 miliar dari keseluruhan jamaah itu, juga dibuat resah.

Meski tidak ada bukti jamaah menyetor uang kepada FT, pengelola Al-Lail tetap menyatakan, FT yang bertanggungjawab. Sebab seluruh biaya yang telah disetor jamaah, telah disetorkan Al-Lail kepada FT.

Namun, Al-Lail telah menerima salinan surat pernyataan penunjukan biro perjalanan lainnya, yang ditandatangani langsung Dirut FT, Andika Srachman. “Kami hanya ingin membantu para jamaah, untuk bersama-sama kami umrah melalui FT,” kata dr Hj Laela Cholik, sebagai pengelola Al-Lail, melalui pesan WhatsApp.

Dalam surat itu, FT akan melimpahkan seluruh jamaah umrah yang telah mendaftar kepada penyelenggara perjalanan ibdah umrah lain, tanpa menambah biaya apapun, FT akan menunjuk penyelenggara perjalanan umrah lain yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan manajemen FT.

Hanya saja, dalam surat yang dikeluarkan 25 Oktober itu tidak disebutkan dengan rinci, biro perjalanan mana saja yang dimaksud.
Menurut Laela, yang juga menjabat Direktur RSUD Lahat ini, tidak ada maksud lain. Tujuannya hanya ingin membahagian orang banyak, dengan memfasilitasi mendaftar umrah itu. Apalagi dirinya juga masuk dalam korban, sebab dia juga ikut mendaftar.

“Sejak awal memang sudah kami beri tahu, tapi sudahlah, kami yakin cobaan ini dari Allah, dan Allah yang akan menguatkan kami menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Namun Al-Lail tidak hanya berpangku tangan, Laela menyatakan, terus berupaya melalui pengacara yang ditunjuk oleh agen di Jakarta. Surat pertnyataan penunjukan biro perjalanan lainnya, merupakan laporan dari pengacara. “Ini hasil persindangan tanggal 30 Oktober, lalu,” ujarnya.

Atas laporan jamaah umrah yang merasa tertipu itu, Polres Lahat pun langsung menurunkan anggotanya, untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Meski belum dapat disimpulkan status Al-Lail.

“Laporan sudah masuk, tinggal menunggu anggota yang masih bekerja,” tegas Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, disampaikan Paur Humas, Ipda Sabar T. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses