Nilai USBN Penentu Kelulusan

Nilai USBN Penentu Kelulusan
Posted by:

PALEMBANG – Meski Ujian Nasional (UN) bukan penentu kelulusan lagi, namun tidak dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pasalnya nilai USBN sendiri menjadi penentu kelulusan siswa, dimana 60 % dari USBN dan 40 % dari nilai ujian harian.
Hal ini diungkapkan Kepala SMP Negeri 9 Palembang Hj Hastia mengatakan sebelum dilakukan UN, pihaknya melakukan USBN. Dimana soal yang diujikan ini dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kota Palembang. “Sebagai SMP unggulan di kota Palembang, pihaknya melakukan penentuan kelulusan melalui niali USBN, kalau nilai USBN tidak mencapai 60 %, tentu saja mereka akan gagal masuk di SMA Negeri,’ katanya.
Hal ini dilakukan supaya para lulusan SMP Negeri 9 Palembang, bisa diterima sesuai jurusan diinginkan. “Kami juga sudah melakukan persiapan seperti pelajaran tambahan. Untuk hari pertama USBN mengenai pelajaran Pendidikan Agama, berhubung di sini ada 3 siswa yang beragama lain, yakni Islam, Kristen dan Hindu, pastinya soalnya diberikan sesuai agama dianutnya,” jelasnya.
Siswa yang mengikuti USBN di SMPN 9 Palembang berjumlah 294 siswa/i. Dari total tersebut, ada satu siswa sakit makanya sekolah meminta siswa tersebut ikut ujian susulan USBN pad 30 April mendatang. “Dalam pengkoreksian lembar jawaban siswa kita dilakukan secara silang antar SMP,” bebernya.
Hal senada dikatakan, Kepala SMP Negeri 3 Palembang Ansori, melalui Kasi Kurikulum H Masykur mengatakan untuk yang mengikuti USBN ditempatnya ada 276 siswa/i. “Sesuai peraturan Menteri, penetuan lulus siswa nya ini dari sekolah masing-masing, meskipun UN bukan penentu tapi sekolah memiliki hak untuk menilai siswanya,” katanya.
Sementara itu, Kabid SMP kota Palembang, Herman Wijaya mengatakan seperi diketahui SMP di kota Palembang melaksanakan USBN. Termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), yang dimulai pukul 7:30 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Berhubung masih manual atau soal biasa tentu USBN tidak ada kendala, palingan siswa tidak masuk sekolah atau siswa berhenti. “Jauh-jauh hari kita sudah memberikan arahan kepada siswa. Memang dalam penentuan Kementerian ditentukan oleh sekolah masing-masing, sedangkan UN hanya menetukan ranking dan kualitas siswa. Pastinya yang tahu lulus tidaknya ini dari sekolahnya,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses