Nyabu, Mantan Bendahara Disdik Diganjar 6 Tahun Penjara

Nyabu, Mantan Bendahara Disdik Diganjar 6 Tahun Penjara
Terdakwa Robert Chandra Perdana Kusuma SE saat menjalani persidangan di PN Klas IA khusus Palembang, Rabu (13/7). Foto: Poetra Palembang Pos
Posted by:

RIVAI – Mantan bendahara alias jurubayar pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Robert Chandra Perdana Kusuma SE (41), dibui selama enam tahun penjara. Itu terungkap dalam dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Palembang, Rabu (13/7).

Di persidangan, majelis hakim yang diketuai Togar SH didampingi dua hakim anggota Charles SH dan Joko SH, menyatakan, sependapat dengan jaksa penuntut umum dimana mengganjar terdakwa dengan pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, karena perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah memiliki, menyimpan atau menguasai narkotika jenis sabu dan pil esktasi pada akhirnya perbuatannya masuk ke dalam unsur-unsur tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

“Menghukum terdakwa selama enam tahun penjara denda 800 juta subsider dua bulan penjara serta barang bukti dua paket sabu yang dibungkus plastik bening yakni 0,310 gram dan 0,847 gram serta butir pil ekstasi warna hijau dirampas untuk dimusnakan,” jelas Togar.

Usai amar putusan yang dilontarkan dari mulut majelis hakim, terdakwa didampingi pensehat hukum dari Posbakum PN Palembang, Advokad Herma Ellen SH MH menyatakan, akan mengajukan banding, sedangkan JPU, Rini Purnamawati SH menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Walaupun putusan hakim sedikit rendah tiga tahun penjara, dimana sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara sembilan tahun serta denda 800 juta subsider enam bulan penjara. “Kami pikir-pikir pak hakim,” tegas JPU Rini.

Sebelumnya diketahui, sebelumnya Robert dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmat Taufani dengan pidana penjara sembilan tahun dan denda Rp 800 juta subsider enam bulan kurungan. Robert dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 undang undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Penangkapan terdakwa Robert merupakan pengembangan dari penangkapan empat terdakwa Wononito (35), Moh Yasin (30), Herlansyah (38) dan Dervy Iskandar (40). (berkas terpisah). Perbuatan tersebut terungkap Sabtu, 20 Februari 2016, sekitar pukul 22.30 WIB, saat anggota BNN melakukan penggerebekan.

Hasilnya, didapati empat terdakwa yang selesai mengkonsumsi narkoba. BNN mengamankan alat hisap sabu dan sepaket sabu di lokasi penggerebekan. Lalu ditemukan Handphone milik terdakwa Winonito yang didalamnya berisi SMS dengan terdakwa Robert.

Lalu BNN mendatangi rumah terdakwa Robert dan melakukan pengembangan hasilnya didapati dua paket sabu seberat dari kamar anak terdakwa. Setelah itu kembali lagi ke Kantor Disdikpora dan anggota BNN kembali menemukan sepaket sabu dan dua butir pil ekstasi dari laci dekat meja kerja terdakwa Robert. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses