Oknum Baju Ijo Eksekusi Tiga Warga Sipil

Oknum Baju Ijo Eksekusi Tiga Warga Sipil
Sejumlah aparat kepolisian mengevakuasi jasad korban di TKP yang masih terlihat bercak darah, Kamis (6/12).
Posted by:

Terduga Pelaku Tembak Kepala Sendiri

PRABUMULIH – Warga Kota Prabumulih digemparkan kasus pembunuhan sadis yang menewaskan tiga orang pria. Ketiga korban masing-masing bernama Faisal (54), warga Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur; Luken (35), anggota Satuan Polisi Pamong Praja ; dan Zainal Imron (51), keduanya warga Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur.

Ketiga korban ditemukan tewas dengan kondisi mengalami luka tembak masing-masing di bagian kepala. Ketiga korban ditemukan di rumah Windasari, istri muda Faisal, di Jalan Aroe Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur, Kamis (06/12), sekitar pukul 13.00 WIB.

Faisal ditemukan dalam kondisi duduk di lantai dengan posisi badan setengah telungkup, Zainal duduk di kursi dan Luken terkapar digrasi sekitar dua meter dari posisi dua jasad lainnya dalam kondisi sekarat. Luken sempat dibawa ke RS AR Bunda, namun nyawanya tak tertolong.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan dengan melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terhadap kasus tewasnya ketiga korban.

Peristiwa pembunuhan itu bermula ketika  Faisal didatangi lima orang pria dengan mengendarai mobil, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, empat orang  turun dari mobil. Sementara satunya lagi tetap menunggu di mobil.

Tak lama berselang, terdengar suara tembakan berulang kali. Lalu salah satu pria yang bertamu tadi terlihat berlari menuju mobil, lalu kabur meninggalkan lokasi kejadian.

“Ada mobil (datang) sekitar jam duo, turun wong tigo tiba-tiba cekcok tedengar bunyi tembakan,” ujar Dedi, warga setempat ketika dibincangi wartawan di lokasi kejadian.

Tak lama berselang, sambung Dedi, Winda berlari keluar rumah berteriak minta tolong. “Bini Faisal keluar manggil aku,” ungkapnya seraya mengatakan seperti ada orang lain yang menunggu di mobil.

Sementara, sumber lainnya menyebutkan, sebelum pelaku datang,  Faisal tengah ngobrol dengan dua orang tamu. Tak lama berselang, datang sebuah mobil dan terlihat seorang pria turun dan masuk ke rumah korban. Tak lama berselang, terdengar suara tembakan dan pelaku terlihat keluar dan langsung kabur dengan mobil yang didalamnya telah menunggu pria lain.

Sementara,  Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH saat dikonfirmasi membenarkan  adanya  kejadian penembakan yang membuat tiga korban tewas dengan kondisi luka masing-masing di bagian kepala.

Saat ini kata Kapolres, pihaknya masih melakukan penyelidikan secara mendalam.

“Ada tiga orang ditembak, satu orang bernama Faisal (pemilik rumah) dan dua orang lagi diduga yang dibawa oleh pelaku,” ujar perwira menengah jebolan akademi kepolisian ini.

Dikatakan Tito, pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan. Dimana berdasarkan asil olah TKP sambung perwira dengan dua melati dipundaknya ini, pihaknya menemukan barang bukti berupa proyektil dan selongsong peluru yang diduga berasa dari senjata api milik pelaku.

“Ada selongsong empat dan proyektil tiga dilokasi,” ungkapnya sembari menuturkan pihaknya belum dapat memastikan jenis senjata api yang digunakan untuk menembak ketiga korban.

“Senjata jenis apa, biarlah uji balistik yang menentukannya. Yang menentukan itukan uji balistik,” bebernya sembari menegaskan barang bukti berupa proyektil ditemukan di TKP awal.

Di pihak lain, disaat  warga Prabumulih tengah digemparkan dengan tewasnya warga sipil dengan tiga luka tembak dikepala, disebuah rumah di Jalan Aroe Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih, warga kembali digemparkan kasus seorang oknum anggota TNI berinisial KC berpangkat Serka yang sekarat dengan luka tembak di bagian pelipis kanan.

KC ditemukan dalam kondisi sekarat, di rumah rekannya di Perumahan GPE (Griya Prabu Estate), sekitar pukul 02,30 WIB. Belum diketahui, siapa pelaku penembakan. Namun kuat dugaan, pelaku menembak sendiri kepalanya alias berusaha bunuh diri.

Mengenai apa motif usaha bunuh diri itu, masih didalami Satreskrim Polres Prabumulih dan Subdenpom.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH ketika dikonfirmasi enggan berkomentar.

“Kita belum tahu ada hubungannya apa tidak (antara kasus tewasnya tiga warga sipil dengan oknum TNI, red),” ujar Kapolres

 

Batal Tidur, Tewas Ditembak 

Tewasnya Faisal, warga Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur, membawa kepedihan mendalam bagi keluarga korban termasuk bagi Bripda Deni (21), anak Faisal dari istri tua.

Deni menuturkan, siang itu orang tuanya tersebut berniat tidur siang.  Bahkan ketika itu ayahnya sudah mengenakan kain sarung, namun batal lanataran didatangi oleh Zainal, Luken dan KC.

“Awalnya nak tidur siang, tapi Enal (Zainal-red) samo Luken datang dengan KC. Selain itu ado jugo sikok lagi nunggu di mobil,” ujar Deni kepada temannya.

Masih kata anggota polisi itu,  Zainal dan Faisal ditembak di tempat duduk, sementara Luken hendak lari namun dikejar lalu ditembak di belakang kepala. “Kalau Enal samo Papa langsung ditembak di tempat duduk, Luken lah nak belari tapi dikejar dan langsung ditembak makanya beda tempat,” jelasnya.

Deni menduga aksi penembakan dilakukan oleh,  seseorang berinisial KC yang datang ke rumah orang tuanya itu. “KC datang langsung marah-marah dan langsung nembak kepala,” pungkasnya.(abu) 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses